Sri Mulyani Bandingkan Pengelolaan Utang RI dengan Malaysia

Senin, 21 Agustus 2017 - 14:46 WIB
Sri Mulyani Bandingkan...
Sri Mulyani Bandingkan Pengelolaan Utang RI dengan Malaysia
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan, susunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018 menunjukan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam pengelolaan utang. Menurutnya hal tersebut demi mendesain agar Indonesia terhindar dari krisis utang seperti yang terjadi di banyak negara maju, dimana memiliki utang bisa sangat besar.

"Kami bandingkan, bagaimana pengelolaan utang dengan hati-hati, dibanding Malaysia dan Brazil. Kami lihat rasio utang dibanding disana relatif sangat rendah, yakni masih 27-29%. Dibanding Malaysia 56% dan Brazil 79%," jelas Sri Mulyani di kantornya, Senin (21/8/2017).

(Baca Juga: Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp3.779 Triliun )

Terkait pembayaran bunga, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengutarakan memang nominalnya kelihatan besar, tapi jika dibanding total outstanding utang, hanya 5%, di Malaysia 5,6% dan Brazil 18%. "Nah, APBN adalah instrumen untuk mencapai tujuan nasional. Maka instrumen ini harus terus dijaga agar bisa menjalankan fungsinya untuk negara," paparnya.

Disamping itu Ia juga menjelaskan masalah utang negara berhubungan dengan menjaga defisit APBN. Ditambahkan olehnya defisit yang lebih rendah, maka concern mengenai utang bisa tetap diaddress dengan baik oleh pemrintah.

"Adapun untuk keseimbangan premisnya yakni Rp78,4 triliun, ini memang tidak sampai nol tapi separuh kurangnya dibanding 2017. Tren ini yang ingin kami sampaikan kepada publik sehingga pembiayaan makin sehat," imbuhnya.

Defisit pada APBN 2018 sendiri dipatok 2,19% atau lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sri Mulyani mengartikan bahwa semakin rendah angka defisit, maka akan menjadikan pemerintah lebih teliti dalam mengelola anggaran APBN.

Lebih lanjut menurutnya pada tahun depan jika melihat posturnya, dapat dilihat bahwa komitmen untuk membuat APBN secara sehat terlihat sangat nyata. "Defisit yang 2,19% ini menggambarkan keinginan kami untuk menciptakan APBN yang semakin sehat. Tapi fungsi stabilisasi, alokasi, dan distribusi masih bisa dijalankan penuh," ungkap dia.

(Baca Juga: Nota Keuangan RAPBN 2018, Jokowi Target Ekonomi RI Tumbuh 5,4% )

Meski demikian, pemerintah tidak melakukan perubahan drastis dan APBN harus menjadi sebuah kestabilan dan tidak menimbulkan gejolak. Seperti diketahui, untuk desain APBN 2018 pendapatan negara dipatok Rp1.878,4 triliun serta disebutkan pertumbuhan penerimaan perpajakan cukup positif tapi tidak membebani. Untuk belanja pemerintah yakni Rp2.204,4 triliun.

Sebelumnya Ia juga sempat menerangkan bahwa utang Indonesia hingga tahun lalu masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga, yakni Malaysia dan Thailand. Pernyataannya ini menanggapi kekhawatiran atas pengelolaan utang 2016.

Dia menjelaskan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun lalu hanya 28%. Rasio ini lebih rendah dibandingkan Thailand sebesar 44,4% dan Malaysia yang mencapai 53,2%. Rasio utang Indonesia juga lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.

Sri Mulyani kal itu menegaskan, pemerintah akan disiplin dalam mengelola anggaran dengan terus mengupayakan penggunaan utang hanya untuk mendanai program-program yang produktif. Belanja tersebut akan menghasilkan potensi penerimaan pada masa yang akan datang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Biayai Covid-19, Surat...
Biayai Covid-19, Surat Utang Negara Laku Terjual Rp18 Triliun
Sri Mulyani Tunda Terbitkan...
Sri Mulyani Tunda Terbitkan Pandemic Bonds
Pemerintah Terbitkan...
Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp62 Triliun untuk Biaya Covid-19
Mantap! The Power of...
Mantap! The Power of Emak-Emak Ikut Borong Pembelian Surat Utang Negara
Pajak Seret, Target...
Pajak Seret, Target Pendapatan Negara 2021 Turun Jadi Rp1.743 T
Laris Manis! Lelang...
Laris Manis! Lelang Surat Utang Negara Tembus Rp69,95 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved