Okupansi Hotel di Surabaya Terus Merosot

Rabu, 23 Agustus 2017 - 03:09 WIB
Okupansi Hotel di Surabaya...
Okupansi Hotel di Surabaya Terus Merosot
A A A
SURABAYA - Okupansi hotel di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus merosot. Selama semester I 2017, rata-rata tingkat keterisian kamar hanya 40%. Padahal untuk bisa menangguk keuntungan, okupansi hotel minimal 60%.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jatim, M. Sholeh mengatakan, okupansi 60% hanya bisa digunakan untuk biaya operasional. Sehingga bisa diperkirakan keuntungan hampir tidak ada.

Penurunan okupansi hotel ini akibat dari menjamurnya hotel di Surabaya tanpa dibarengi dengan pertumbuhan tamu hotel. "Saya kira pemerintah harus turun tangan dengan membatasi atau memperketat izin pendirian hotel," katanya, Selasa (22/8/2017).

PHRI Jatim mencatat jumlah hotel di Surabaya mencapai 150 unit dengan 15.000 kamar. Diperkirakan jumlah itu akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya hotel-hotel baru. Persaingan yang cukup ketat ini memaksa pebisnis hotel menurunkan tarif agar bisa bersaing.

"Nah, sekarang persaingan sudah tidak sehat. Menurunkan tarif merupakan salah satu cara agar bisa bertahan," imbuh Sholeh.

Meski okupansi hotel secara umum turun, tetap saja ada pengusaha yang tetap memandang bisnis hospitality ini tetap potensial. Ini ditandai dengan berdirinya hotel PrimeBiz di Gayung Kebonsari. PrimeBiz memiliki 162 kamar dan tiga ruang rapat serta board room.

"Meski jumlah hotel di Surabaya semakin banyak tapi pasar tidak jenuh. Kami menargetkan okupansi hingga 60%," kata General Manager Primebiz Hotel, Yusak Anshori.

Dia menambahkan, hotel ini dikerjakan selama 18 bulan dengan total investasi Rp120 miliar. Untuk saat ini, beberapa kamar belum dioperasikan dan baru akan siap seluruhnya pada September mendatang. Selain di Surabaya, pihaknya akan membangun hotel lagi di Batu dan Gresik.

"Sekarang masih dalam tahap pengurusan izin-izin. Sebenarnya masih ada satu kota lagi yang kami incar di Jatim namun masih dalam tahap penjajakan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHRI Sulsel Bakal Gelar...
PHRI Sulsel Bakal Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan James Gwee
PPKM Berakhir, PHRI...
PPKM Berakhir, PHRI Berharap Penderitaan Mereka juga Usai
10.000 Karyawan Hotel...
10.000 Karyawan Hotel Bakal Dapat Bantuan Modal melalui Jawara
Pengusaha Hotel di Jurang...
Pengusaha Hotel di Jurang Kebangkrutan Minta Restrukturisasi Utang
Perhotelan Terimbas...
Perhotelan Terimbas Efisiensi Anggaran, PHRI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis
Staycation Hanya Jadi...
Staycation Hanya Jadi Penyelamat Sesaat buat Perhotelan
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
24 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
57 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved