Produsen Rokok Keberatan Target Cukai Rokok Naik 5% Tahun Depan

Rabu, 23 Agustus 2017 - 17:40 WIB
Produsen Rokok Keberatan...
Produsen Rokok Keberatan Target Cukai Rokok Naik 5% Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menilai, target kenaikan penerimaan cukai rokok sebesar 4,8% hingga 5% seperti tercantum dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2018 sangat memberatkan industri hasil tembakau.

Kenaikan ini seolah mengabaikan fakta bahwa industri ini sedang mengalami tekanan selama tiga tahun berturut-turut, akibat kenaikan tarif cukai rokok yang tinggi tanpa disertai meningkatnya daya beli masyarakat.

Ketua Gaprindo Muhaimin Moefti menyebutkan, pada enam bulan pertama 2017, volume produksi rokok mengalami penurunan sebesar 6% dibanding periode yang sama tahun 2016. Bahkan, industri yang menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara diperkirakan kembali tertekan pada 2018.

Dalam Nota Keuangan RAPBN 2018, industri hasil tembakau diperkirakan mengalami penurunan produksi sebesar 3%, dari 331,7 miliar batang menjadi 321,9 miliar batang rokok. Sebelumnya, produksi rokok 2016 turun sebesar 1,8% atau setara dengan 6 miliar batang, menjadi 342 miliar batang.

Dia pun mendesak pemerintah untuk tidak terus-menerus memberikan tekanan kepada industri hasil tembakau. "Kenaikan target di tahun 2018 sebesar 4,8% sudah cukup berat, apalagi ditengah terus menurunnya industri dalam beberapa tahun terakhir ini. Kami berharap kenaikan tarif cukai tahun 2018 maksimum atau paling tinggi sama dengan kenaikan target penerimaan cukai seperti tercantum di RAPBN 2018, yaitu 4,8%. Jangan lagi ada beban tambahan bagi industri," katanya dalam rilis di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah juga selalu menaikkan tarif cukai rokok. Pada 2016, kenaikan tarif cukai mencapai 15% dan di tahun 2017 mencapai 10,5%. Moefti menilai, semakin mahal harga rokok legal karena kenaikan cukai yang tinggi, maka makin besar insentif produsen rokok ilegal untuk berkembang.

"Kenaikan cukai terlalu tinggi akan memicu maraknya perdagangan rokok ilegal dan mempercepat kematian industri rokok nasional. Hal ini membahayakan penerimaan negara dari cukai dan kelangsungan usaha serta tenaga kerja di dalamnya. Pemerintah turut berkewajiban untuk bersama-sama menstabilkan industri hasil tembakau," imbuh dia.

Kendati demikian, Moefti memberikan apresiasi kepada pemerintah yang melakukan ekstensifikasi barang kena cukai. Pada Nota Keuangan RAPBN 2018, pemerintah menargetkan pendapatan cukai kantong plastik sebesar Rp500 miliar.

"Gaprindo berharap pemerintah dapat terus mengkaji perluasan barang kena cukai sehingga dapat memaksimalkan penerimaan negara," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Rokok Murah Makin Marak,...
Rokok Murah Makin Marak, Ini Biang Keladinya
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Jalan Panjang Menuju Perubahan
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
11 menit yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
26 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
38 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
58 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved