Investor Khawatir Shutdown, Wall Street Ditutup Ambruk

Kamis, 24 Agustus 2017 - 07:59 WIB
Investor Khawatir Shutdown,...
Investor Khawatir Shutdown, Wall Street Ditutup Ambruk
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah karena investor khawatir akan terjadi shutdown di pemerintahan Amerika Serikat (AS) jika kongres gagal mendanai sebuah dinding perbatasan dengan Meksiko.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/7/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 87,8 poin atau 0,4% ke level 21.812,09, Indeks S & P 500 kehilangan 8,44 poin atau 0,34% ke level 2.444,07 dan Nasdaq Composite turun 19,07 poin atau 0,3% ke level 6,278.41.

Saham berhasil meredakan kerugian sesaat setelah komentar dari Ketua DPR AS Paul Ryan yang menyebut pemerintah tidak perlu melakukan shutdown. Namun itu tidak cukup untuk menenangkan perundingan karena tenggat waktu untuk menyetujui langkah-langkah pengeluaran mendekati dan pertarungan semakin meningkat untuk meningkatkan pinjaman pemerintah.

Kongres dalam 12 hari kerja ketika dia kembali dari reses musim panas pada 5 September untuk menaikkan plafon utang sebelum Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan opsi terakhir untuk tetap berlaku pada semua kewajiban pemerintah federal.

Lembaga pemeringkat kredit Fitch Ratings mengatakan kegagalan menaikkan plafon pada waktu yang tepat akan mendorongnya untuk meninjau kembali penilaiannya atas utang negara AS dengan implikasi negatif.

"Apa yang telah kita lihat selama minggu terakhir ini di pasar keuangan telah sedikit menggeliat terkait situasi politik AS," kata Paul Eitelman, ahli strategi investasi multi-aset di Russell Investments di Seattle.

"Pada akhirnya, saya tidak berpikir pasar sangat peduli tentang keributan yang keluar dari Washington, D.C., tapi mereka mencoba menerjemahkan artinya yang berarti bagi potensi reformasi pajak," imbuhnya.

Komentar Trump juga memengaruhi pasar obligasi dan mata uang, dengan indeks dolar tergelincir 0,4 menjadi 93,14 dan imbal hasil Treasury 10-tahun AS jatuh menyentuh di bawah 2,17% untuk pembelian keselamatan.

Investor sendiri semakin khawatir tentang kemampuan Trump untuk membuat undang-undang agenda pro-pertumbuhannya karena turbulensi politik yang hampir konstan di Gedung Putih.

Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kegelisahan pasar yang diikuti secara luas, meningkat 6,0 poin menjadi 12,03, kenaikan pertamanya dalam empat hari.

Investor melihat pidato Presiden Federal Reserve Janet Yellen pada pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat, yang akan diteliti untuk mengetahui kebijakan moneter bank sentral AS. Termasuk menimbang sentimen adalah data yang menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal AS yang tak terduga jatuh pada Juli ke level terendah dalam tujuh bulan.

"Sepertinya cerita ada keterjangkauan untuk perumahan benar-benar apa yang menimbang pasar baru di rumah," kata Lindsey Bell, ahli strategi investasi di CFRA Research di New York.

Indeks discretionary konsumen berakhir turun 0,8% diseret lebih rendah oleh penurunan 3,71% pada saham Lowe's Companies (LOW.N) setelah hasil dan perkiraan mengecewakan. Saham Home Depot yang lebih besar turun 0,54% menjadi USD149,10.

Saham perusahaan periklanan Omnicom (OMC.N) turun lebih dari 6,94% menjadi USD72,71, sementara saham Grup Interpublik (IPG.N) turun 6,32% menjadi USD72,71 setelah WPP (WPP.L) menurunkan perkiraan penjualannya usai raksasa barang konsumsi menahan pengeluaran. Saham WPP'S A.S. (WPPGY.O) tenggelam 11,49% .
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
35 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved