BI: Sektor Properti Dorong Perekonomian Nasional

Kamis, 24 Agustus 2017 - 19:36 WIB
BI: Sektor Properti...
BI: Sektor Properti Dorong Perekonomian Nasional
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai, sektor properti memiliki peran sangat penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Upaya mendorong kinerja sektor properti agar sehat dan kuat merupakan tanggung jawab berbagai otoritas, termasuk Bank Indonesia.

"Kebijakan otoritas terkait di sektor properti yang saling bersinergi, dipercaya akan mampu mempercepat perbaikan kinerja sektor properti," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Dia menjelaskan, sektor properti merupakan salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memiliki efek berantai (multiplier effect) serta backward linkage yang cukup besar kepada sektor-sektor ekonomi lainnya.

Oleh karena itu, sektor ini memiliki dampak besar untuk menarik dan mendorong perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya. Selain itu, sektor properti juga memiliki dampak terhadap perekonomian khususnya perkembangan produk keuangan.

"Hal ini terkait apabila terjadi peningkatan harga properti yang membumbung tinggi sehingga masyarakat memiliki permasalahan dalam kemampuan untuk membayar," ungkap dia. Menurutnya, sinergi antar institusi perlu dilakukan untuk memastikan perkembangan kinerja sektor properti sehat dan kuat.

Selain itu, kebijakan pelonggaran atau pengetatan rasio Loan to Value Ratio (LTV) yang ditempuh Bank Indonesia dengan memperhatikan siklus keuangan, diharapkan mampu meningkatkan kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit terutama untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Hingga Juni 2017, sektor properti mengalami pertumbuhan sebesar Rp746,8 triliun atau 12,1%. lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 13,7% (yoy). Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman, perlambatan pertumbuhan tersebut bersumber dari kredit yang disalurkan kepada sektor konstruksi dan real estat, meskipun tertahan oleh peningkatan pertumbuhan KPR dan KPA.

"Kredit konstruksi tumbuh melambat dari 24,1% menjadi 20,8% (yoy) pada Juni 2017," imbuh Agusman. Demikian juga pertumbuhan kredit real estat melambat menjadi sebesar 10,4% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 15,9% (yoy).

Kondisi sebaliknya terjadi pada KPR dan KPA yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan dari 7,7% menjadi 7,9% pada Juni 2017. Sementara itu, suku bunga kredit menurun sejalan dengan penurunan suku bunga simpanan berjangka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fasilitasi Saung Angklung...
Fasilitasi Saung Angklung Udjo, BI Dorong Industri Seni dan Pariwisata
Ikut Atasi Backlog,...
Ikut Atasi Backlog, Bank BTN Gelar Indonesia Property Expo
Suku Bunga Turun 4,25%,...
Suku Bunga Turun 4,25%, Jadi Angin Segar Industri Properti
BI Rilis Aturan BI-FAST:...
BI Rilis Aturan BI-FAST: Bisa Transaksi Rp250 Juta dengan Tarif Rp2.500
Laporan BI, Harga Properti...
Laporan BI, Harga Properti di Kuartal I 2025 Merayap Naik 1,07 Persen
Jaga Rasio Kredit Macet,...
Jaga Rasio Kredit Macet, Perbankan Perlu Berhati-Hati
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
57 menit yang lalu
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
2 jam yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
3 jam yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
6 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
7 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
8 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved