ASEAN Bikin Standardisasi Sektor Konstruksi dan Bangunan

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 14:47 WIB
ASEAN Bikin Standardisasi...
ASEAN Bikin Standardisasi Sektor Konstruksi dan Bangunan
A A A
JAKARTA - ASEAN membuat standardisasi sektor konstruksi dan bangunan, sehingga antar sesama negara di kawasan Asia Tenggara akan ada saling pengakuan hasil uji dan sertifikasi serta mengurangi hambatan perdagangan di sektor konstruksi dan bangunan.

Hal tersebut merupakan upaya ASEAN untuk terus mempererat hubungan antar negara anggota dan berjuang menjadi kawasan perdagangan kuat di dunia.

Dalam hal perdagangan, ASEAN melalui forum ASEAN Consultative Committee for Standard and Quality (ACCSQ) Working Group I yang berkonsentrasi pada Standard and Mutual Recognition Arrangement (MRA) telah membentuk task force khusus untuk membahas dan mempersiapkan MRA untuk sektor Konstruksi dan Bangunan.

Pertemuan Inter-Sessional Meeting Of The Task Force On Building And Construction (TFBC) sendiri telah berlangsung pada 23-25 Agustus 2017 di Sahid Hotel, Jakarta. Pertemuan ini membahas draft MRA sektor konstruksi dan bangunan yang akan disepakati oleh negara-negara anggota ASEAN.
Kepala Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Zakiyah mengatakan, pertemuan tersebut membahas draft MRA untuk tiga material yaitu kaca, semen dan baja.

"Ini momen penting dalam perjalanan membangun bisnis ke depan, dengan hadirnya delegasi dari Anggota ASEAN seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Thailand, Indonesia dan ASEAN Sekretariat," kata dia dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Inter-sessional meeting dipimpin Ketua TFBC Tony Sinambela dari Indonesia. Hadir sebagai delegasi Indonesia yaitu Kepala Badan Standardisasi Nasional, Bambang Prasetya selaku Ketua delegasi didampingi Zakiyah dari BSN, Zulvri Yenni dari Kemendag, T Alaidin Alansjah dari Kemenprein, Sutadji Yuwasdiki dari Kementerian PU-PR, dan perwakilan dari Asosiasi Produsen Kaca lembaran Pengaman Indonesia (AKLP), Indonesian Iron & Steel Association (IISIA) serta Asosiasi Semen Indonesia (ASI).

"Indonesia harus memanfaatkan diskusi regional ASEAN ini untuk mengusulkan berbagai hal terkait kesepakatan dalam MRA dengan pertimbangan kesiapan industri nasional, kesiapan LPK dan peluang ekspor," papar Zakiyah.

Anggota ASEAN melihat MRA sebagai salah satu cara untuk memfasilitasi saling pengakuan atas hasil uji dan sertifikasi untuk negara anggota ASEAN dan bertujuan mengurangi hambatan perdagangan di sektor konstruksi dan bangunan.

Dalam pertemuan TFBC sebelumnya telah sepakat SDoC kemungkinan akan menjadi pilihan terbaik dalam merealisasikan implementasi MRA sektor konstruksi dan bangunan, untuk ketiga kategori produk yaitu kaca, baja, dan semen.

"Namun demikian, bila SDoC disepakati, kita perlu dari sekarang menyiapkan infrastruktur penunjang untuk kegiatan pemastiannya," ujarnya.

Zakiyah menambahkan, membangun bisnis nasional pada dasarnya adalah membangun kepercayaan. Kepercayaan ini bisnis dijalankan oleh orang yang aware dengan standar, kompeten, dan konsisten menjaga mutu produknya sehingga konsumen merasa yakin untuk membeli dan menggunakan produk yang perdagangkan.

"Seperti yang disepakati dalam MRA tersebut, kepercayaan itu tercermin dari isi MRA yang menyebutkan 'saling pengakuan atas hasil uji dan sertifikasi'. Sehingga tidak perlu melakukan uji ulang di negara tujuan ekspor maupun impor," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
1 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
2 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
2 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
2 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved