IHSG Turun 2,92 Poin, Pasar Asia Tertekan Uji Rudal Korut
Selasa, 29 Agustus 2017 - 09:33 WIB
IHSG Turun 2,92 Poin, Pasar Asia Tertekan Uji Rudal Korut
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (29/8/2017) belum menunjukkan tanda pemulihan. Indeks dibuka melemah 2,92 poin atau 0,05% ke 5.900,43.
Senin kemarin, indeks ditutup melemah 12,02 poin atau 0,20% ke level 5.903,34. Sepanjang Senin lalu, IHSG bergerak di level 5.890,48-5.914,48.
Delapan dari sembilan sektor saham utama berada di zona merah, dengan aneka industri jatuh 0,77%. Satu-satunya hal positif diraih oleh sektor pertambangan yang naik 1,12%, didukung oleh kenaikan harga minyak imbas badai Harvey yang melanda Texas, Amerika Serikat.
Dari 293 saham yang diperdagangkan, 107 naik, 106 stagnan, dan 80 melemah. Transaksi bersih asing negatif Rp10,86 miliar, dengan aksi jual asing Rp73,84 miliar berbanding aksi beli asing Rp62,98 miliar.
Tidak adanya sentimen positif dalam negeri serta faktor eksternal, seperti bursa Asia yang tertekan oleh kembalinya uji coba rudal balistik Korea Utara, membuat IHSG masih betah di zona negatif.
Melansir dari CNBC, Selasa (29/8), saham Asia dibuka turun karena investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan yen Jepang. Nikkei 225 Jepang turun 0,81% setelah rudal Korut terbang melewati Negeri Matahari Terbit.
Di Selat Korea, Kospi tenggelam 1,15% karena investor memprotes perkembangan terakhir di semenanjung tersebut. Indeks Kosdaq juga melemah 0,41%. Hal ini juga imbas dari melemahnya saham-saham blue chips seperti Samsung yang turun 1,3%, LG turun 2,88%, dan Hyundai terpeleset 0,69%.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,94%, imbas kerugian saham-saham finansial dan konsumer. Resiko dari sentimen ketegangan politik juga membebani pasar China, dengan Hang Seng Hong Kong turun 0,77%, Shanghai tergelincir 0,08%, dan Shenzhen turun 0,031%.
Senin kemarin, indeks ditutup melemah 12,02 poin atau 0,20% ke level 5.903,34. Sepanjang Senin lalu, IHSG bergerak di level 5.890,48-5.914,48.
Delapan dari sembilan sektor saham utama berada di zona merah, dengan aneka industri jatuh 0,77%. Satu-satunya hal positif diraih oleh sektor pertambangan yang naik 1,12%, didukung oleh kenaikan harga minyak imbas badai Harvey yang melanda Texas, Amerika Serikat.
Dari 293 saham yang diperdagangkan, 107 naik, 106 stagnan, dan 80 melemah. Transaksi bersih asing negatif Rp10,86 miliar, dengan aksi jual asing Rp73,84 miliar berbanding aksi beli asing Rp62,98 miliar.
Tidak adanya sentimen positif dalam negeri serta faktor eksternal, seperti bursa Asia yang tertekan oleh kembalinya uji coba rudal balistik Korea Utara, membuat IHSG masih betah di zona negatif.
Melansir dari CNBC, Selasa (29/8), saham Asia dibuka turun karena investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan yen Jepang. Nikkei 225 Jepang turun 0,81% setelah rudal Korut terbang melewati Negeri Matahari Terbit.
Di Selat Korea, Kospi tenggelam 1,15% karena investor memprotes perkembangan terakhir di semenanjung tersebut. Indeks Kosdaq juga melemah 0,41%. Hal ini juga imbas dari melemahnya saham-saham blue chips seperti Samsung yang turun 1,3%, LG turun 2,88%, dan Hyundai terpeleset 0,69%.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,94%, imbas kerugian saham-saham finansial dan konsumer. Resiko dari sentimen ketegangan politik juga membebani pasar China, dengan Hang Seng Hong Kong turun 0,77%, Shanghai tergelincir 0,08%, dan Shenzhen turun 0,031%.
(ven)
Lihat Juga :