Konsumsi Bahan Bakar Khusus Non Subsidi Naik 73%

Senin, 04 September 2017 - 14:42 WIB
Konsumsi Bahan Bakar...
Konsumsi Bahan Bakar Khusus Non Subsidi Naik 73%
A A A
SURABAYA - Langkah pemerintah untuk melakukan penghematan subsidi di sektor bahan bakar minyak (BBM) mulai membuahkan hasil. Kondisi itu bisa dilihat dari konsumsi bahan bakar khusus (BBK) non subsidi yang naik sampai 73% di Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Balinus).

General Manager MOR V Herman M. Zaini menuturkan, selama semester I tahun 2017 banyak kejutan dari perubahan konsumsi BBK masyarakat. Pertamina MOR V mencatat konsumsi dan jumlah pengguna Pertamax di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT terus mengalami peningkatan.

“Hingga semester I tahun 2017, konsumsi Pertamax mencapai 688.150 Kiloliter (KL) atau naik sebesar 73% dibanding konsumsi pada semester I tahun 2016 lalu,” ujar Herman ketika ditemui di sela-sela perayaan Hari Pelanggan Nasional di SPBU COCO Jemursari, Senin (4/9/2017).

Ia menambahkan, tingginya konsumsi Pertamax ini menunjukkan bahwa konsumen sudah sangat memperhatikan kualitas dan performa bahan bakar untuk kendaraannya. Daya beli masyarakat juga meningkat. Kedua faktor itu yang membuat Pertamina optimis dalam penjualan BBK non subsidi.

“Pertamina berupaya untuk terus memenuhi permintaan pasar dengan semakin memperluas ketersediaan Pertamax series di SPBU agar konsumsi BBK non subsidi ini bisa terus mengalami peningkatan di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Dengan penghematan subsidi, lanjutnya, pemerintah bisa mengalihkan alokasi ke kebutuhan masyarakat. Salah satunya berupa pembangunan jalan serta infrastruktur lainnya. Dampaknya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Yang terpenting juga berkurangnya polusi kendaraan. Bahan bakar yang dipakai lebih ramah lingkungan dengan angka oktan yang rendah," ungkapnya.

Ketua DPD V Hiswana Migas, Rachmad Muhammadiyah menuturkan, banyak pengusaha SPBU yang sudah tak menjual Premium. Langkah itu diambil karena minat konsumen pada Premium terus turun.

"Kalau pun ada yang masih menjual Premium, mereka rata-rata mengurangi nozle di tiap SPBU. Jadi kalau sebelumnya nozle Premium ada empat, maka kini menjadi dua," jelasnya.

Dengan menjual BBK non subsidi, katanya, para pengusaha SPBU memang meraup untung lebih banyak. Meskipun demikian, penjualan Premium tetap dilakukan. Penambahan SPBU sendiri juga tetap berjalan di sepanjang 2017 ini. Bahkan, rata-rata SPBU baru yang berdiri juga memiliki tambahan bisnis dengan adanya minimarket atau pun gerai makanan lainnya.

"Mereka juga bisa dapat keuntungan lainnya. Para konsumen juga bisa lebih leluasa dengan datang ke SPBU untuk belanja maupun mencari makanan," sambungnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Berpotensi Migrasi ke...
Berpotensi Migrasi ke Pertalite, Pertamina Yakin Pelanggan Pertamax Loyal
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Harga Pertalite dan...
Harga Pertalite dan Pertamax Dinilai Perlu Dinaikkan, Ini Alasannya
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Mulai Januari 2025 Gaji...
Mulai Januari 2025 Gaji Guru Non-ASN Bakal Naik Rp2 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved