Pengusaha Keluhkan Aturan Klasifikasi Beras

Kamis, 07 September 2017 - 21:02 WIB
Pengusaha Keluhkan Aturan...
Pengusaha Keluhkan Aturan Klasifikasi Beras
A A A
JAKARTA - Meski tidak akan menolak atas pemberlakukan harga eceran tertinggi (HET), tetapi para pengusaha beras mengeluhkan aturan klasifikasi beras. Mereka meminta aturan klasifikasi diperlonggar.

Keluhan itu disampaikan Direktur Utama PT Buyung Poetra Sambada Tbk, Sukarto Bujung, saat menjadi pembicara seminar publik bertema Mencari Kebijakan Beras yang Seimbang: Apakah Harga Eceran Tertinggi Pilihan Tepat oleh CSIS di Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Sukarto menjelaskan, sebagai pengusaha pihaknya memang tidak menyoalkan HET yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Namun, pihaknya dalam menjalankan aturan itu menemui banyak kendala di lapangan.

"Salah satunya kandungan air. Sebab kami pakai penggilingan sendiri, itu maksudnya karena kami kesulitan mencari beras yang kadar airnya 14 persen," tukasnya.

Selain itu, kata Sukarto, masalah lain adalah butiran patah, khususnya terkait masalah hukum. Sebab kalau kandungannya tidak 25 atau 15 persen termasuk melanggar hukum atau tidak. Sebab produksi penggilingan kecil itu kandungan air masih tinggi sekali.

"Bisa tidak kami minta kandungan butir patahnya tidak 25 persen. Itulah yang kami hadapi selama ini, bila ikut aturan HET," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sukarto menjelaskan posisi pengusaha yang mensuplai beras ke pasar modern. Karena pihaknya tidak dapat berbuat banyak bila ada tekanan dari pemilik pasar modern. Sehingga, pihaknya manut saja mengikuti pasar modern.

"Pedagang seperti kami ini katanya untung besar, untung Rp20 ribu per kilogramnya. Itu tidak benar karena dalam keuntungan itu ada biaya produksi dan lain-lain," tukasnya seraya minta agar dilakukan sosialisasi atas perubahan HET tersebut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Harga dan Jenis Beras...
Harga dan Jenis Beras di Pasaran, dari yang Pulen hingga Pera
Waspada, Harga Beras...
Waspada, Harga Beras Diprediksi Nanjak Terus hingga Akhir Tahun
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved