Rawan Penyelundupan, Menkeu Minta Bea Cukai Jaga Selat Malaka

Sabtu, 09 September 2017 - 22:03 WIB
Rawan Penyelundupan,...
Rawan Penyelundupan, Menkeu Minta Bea Cukai Jaga Selat Malaka
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau dan semua kantor Bea dan Cukai, serta stakeholder yang ada di Provinsi Kepri untuk menjaga perairan Selat Malaka, yang merupakan alur lalu lintas strategis dan rawan tindakan penyelundupan.

"Tugas dan fungsi kantor-kantor Bea dan Cukai di perairan Selat Malaka sangat penting, sama pentingnya dengan kantor-kantor Bea dan Cukai di pelabuhan utama. Saya meminta seluruh jajaran pengawas laut untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengantisipasi penertiban di pelabuhan utama, yang akan berimbas pada kegiatan ilegal di berbagai pelabuhan lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (9/9/2017).

Dalam amanatnya di Pelabuhan Kanwil DJBC Khusus Kepri, Sri Mulyani meminta kerja sama dan sinergi tinggi antara Bea dan Cukai di perairan Selat Malaka dengan instansi lain.

Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang sangat strategis, dan dengan volume arus perdagangan barang yang sangat tinggi. Posisi Selat Malaka yang strategis ini kerap dimanfaatkan pihak tertentu yang tidak bertanggungajwab untuk melakukan praktik penyelundupan barang demi menghindari kewajiban perpajakan, maupun penyelundupan barang barang berbahaya yang bisa mengancam kehidupan masyarakat Indonesia.

Barang-barang yang masuk ke Republik Indonesia secara ilegal seperti kosmetik, obat dan bahan kimia, tekstil dan produk tekstil, MMEA, besi baja dan produknya, handphone, gadget dan aksesori, mesin-mesin alat berat dan sebagainya. Dan pencegahan selama ini menunjukkan bahwa penindakan nasional semakin meningkat.

"Sampai Agustus 2017 ini, penindakan nasional sebanyak 15.074 kasus. Sementara 2016 lalu ada sebanyak 14.890 kasus ditangani," terangnya.

Terhadap masuknya barang-barang berbahaya seperti narkotika juga terjadi tren peningkatan. Pada 2016 telah berhasil diungkap penyelundupan narkotika sebesar 1,17 ton. Dan tahun 2017 hingga Juli lalu, telah ditangkap 1,07 ton. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Oleh karena itu, Sri Mulyani meminta seluruh jajaran BC untuk meningkatkan kewaspadaan. Baik dari tindakan-tindakan ilegal penyelundupan barang-barang ekonomi, maupun barang yang membahayakan masyarakat.

Pengawasan yang ketat terhadap perairan Selat Malaka menurutnya, adalah upaya untuk melindungi seluruh tanah tumpah darah Republik Indonesia, bukan untuk tujuan pribadi atau untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu.

Sri Mulyani pun menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap Kanwil DJBC Khusus Kepri. Dan berjanji tidak segan-segan menindak tegas setiap individu yang berniat menghambat dan menghalangi jalannya reformasi di jajaran Bea dan Cukai.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyerahkan penghargaan kepada tujuh orang di Bea dan Cukai, baik dari Kanwil DJBC Khusus Kepri atau yang dinaunginya dalam hal ini KPPBC Tanjungbalai Karimun, serta KPPBC Dumai. Penghargaan ini sebagai bentuk terima kasih atas kinerja yang dinilai sangat memuaskan dalam menjalankan tugas selama ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Minta Petugas...
Sri Mulyani Minta Petugas Bea Cukai Enggak Asal Acak-acak Koper Penumpang
Sri Mulyani: Digitalisasi...
Sri Mulyani: Digitalisasi Bea Cukai Cegah Perdagangan Gelap
Bea Cukai Kantongi Rp206,21...
Bea Cukai Kantongi Rp206,21 Triliun per Agustus, Sri Mulyani: Jangan Terlena
Bea Cukai Banyak Kena...
Bea Cukai Banyak Kena Kritik, Stafsus Sri Mulyani Buka Suara
Menghadap Jokowi di...
Menghadap Jokowi di Istana, Sri Mulyani Laporkan Kasus Bea Cukai
Sri Mulyani Minta Masyarakat...
Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada Penipuan Atas Nama Bea Cukai
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
12 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved