Kementan Genjot Swasembada Pangan dan Ekspor Komoditi

Kamis, 14 September 2017 - 18:11 WIB
Kementan Genjot Swasembada...
Kementan Genjot Swasembada Pangan dan Ekspor Komoditi
A A A
JAKARTA - Kementerian Petanian (Kementan) terus mewujudkan swasembada pangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat di Tanah Air. Bahkan, untuk beberapa komoditi, seperti beras, cabai segar, bawang konsumsi, pakan ternak, Indonesia tidak lagi melakukan impor.

"Tidak ada impor berarti kita telah swasembada pada komoditi tersebut. Untuk bawang merah, kita kini malah mengekspor," ujar Plt Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Suwandi, Kamis (14/9/2017).

Dia menuturkan keberhasilan swasembada dan ekspor merupakan langkah meyakinkan Indonesia dalam mewujudkan visi lumbung pangan dunia pada 2045. Langkah selanjutnya adalah swasembada bawang putih dan gula konsumsi pada 2019, kedelai pada 2020, gula industri pada 2024 dan daging sapi pada 2026.

"Kita sudah berada di jalur yang tepat menuju visi kita saat Indonesia berusia satu abad," tegas Suwandi.

Seiring keberhasilan swasembada, Suwandi mengungkapkan kesejahteraan petani turut meningkat. Buktinya indikator kemiskinan di pedesaan turun 4,7%. “Awalnya penduduk miskin di desa pada Maret 2015 sebanyak 17.94 juta jiwa. Kini, pada Maret 2017 turun menjadi 17.09 juta jiwa,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, Kementerian Pertanian terus melaksanakan proses struktural yang menjamin visi lumbung pangan dunia 2045 terwujud. Pertama, mengembangkan industrialisasi berbasis agro berdasarkan keunggulan komparatif. “Indonesia harus jaya kembali untuk kopi dan rempah-rempah. Integrasi aktivitas hulu-onfarm-hilir dibangun berbasis kawasan berskala ekonomi sehingga diperoleh nilai tambah dan pendapatan penduduk setempat,” jelas Suwandi.

Kedua, memperkuat infrastruktur sehingga memperlancar arus distribusi dari desa ke kota, di desa dibangun jalan, irigasi/embung, listrik, telekomunikasi, lembaga keuangan, pasar tani dan lainnya.

Ketiga, industrialisasi di pedesaan akan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga perlu peningkatan kapasitas SDM menjadi profesional dan produktif. SDM setempat dilatih menggunakan alat mesin, perbengkelan, jasa dan lainnya sesuai standar kompetensi.

Keempat, keterbatasan jumlah petani diatasi dengan mekanisasi. Kementan menyediakan 80.000 - 100.000 unit alat mesin pertanian setiap tahunnya. Melalui mekanisasi seperti traktor, poma air, rice transplanter, combine harvester dan Rice Milling Unit terbukti bisa menekan biaya hingga 40% waktu, tenaga, dan menurunkan susut hasil 4 - 8% dan meningkatkan mutu.

"Teknologi Mekanisasi inilah yang membuat generasi muda kini berminat terjun ke pertanian dan pedesaan, dan generasi muda pun merespons positif program Kementerian Desa-PDT kini," tandas Suwandi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, NKV: Tema Hari Pangan Sedunia Jangan Jadi Jargon Semata
Kepala BPPSDM Kementan...
Kepala BPPSDM Kementan Ajak Jaga Ketahanan Pangan dengan Percepatan Tanam
Jaga Ketersediaan Pangan,...
Jaga Ketersediaan Pangan, Penyuluh dan Petani Bantaeng Lakukan Percepatan Tanam
Pastikan Pangan Tetap...
Pastikan Pangan Tetap Tersedia, Petani di Bima Percepat Tanam
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
20 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
30 menit yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
1 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved