Aturan Top Up Fee E-Money Dinilai Bebankan Konsumen

Minggu, 17 September 2017 - 16:30 WIB
Aturan Top Up Fee E-Money...
Aturan Top Up Fee E-Money Dinilai Bebankan Konsumen
A A A
JAKARTA - Bank penerbit kartu uang elektronik akan diizinkan untuk memungut biaya pengisian uang elektronik. Bank Indonesia (BI) pun memastikan peraturan pemungutan biaya isi saldo uang elektronik akan terbit akhir September 2017.

Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Alexander menilai, pengenaan top up fee tersebut dapat membebani konsumen, meski bank-bank yang menyediakan layanan ini berharap bisa mendapat fee-based income. Selain itu, langkah ini memang bisa menjadi disentif bagi penggunaan e-money untuk pembayaran tol, dan konsumen tidak mempunyai pilihan lain karena tidak lagi bisa mengggunakan cash mulai Oktober.

"Idealnya ada pembahasan bersama antara perwakilan konsumen misalnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), bank-bank, serta operator jalan tol," ujarnya saat dihubungi, Minggu (17/9/2017).

Research Director at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisa pun memandang kebijakan penarikan fee itu tidak tepat. Selain menjadi disinsentif dari upaya mendorong cashless, perbankan sendiri saat ini dalam posisi profit yang tinggi, net interest margin rat-rata tinggi, begitu pula BOP (biaya operasional) rata-rata perbankan juga tinggi, sehingga terlalu berlebihan jika harus kenakan fee lagi.

"Bahkan seharusnya perbankan ikut berkontribusi mendorong cashless system dengan tidak mengenakan fee," ungkap dia. Alasan lain, juga karena para pengguna tidak diberikan pilihan untuk cash lagi, semua harus menggunakan e-money. "Jadi ini sifatnya pemaksaan tapi merugikan, kalau dikenakan fee," cetusnya.

?Researcher ?INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Eko Listiyanto mengatakan, prrotes dari masyarakat maupun pengamat sangat rasional, karena jika rencana pengenaan fee tersebut jadi diterapkan, maka akan menjadi kontra bagi upaya cashless society yang sedang dilakukan. "Bisa jadi, antusias masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai melemah gara-gara ide yang aneh ini," papar Eko.

Dengan uang elektronik tersebut sebenarnya baik, para pelaku ekonomi, BI dan Bank Umum telah diuntungkan. Eko menjelaskan, beberapa profit jika menggunakan e-money diantaranya transaksi oleh pelaku ekonomi menjadi praktis dan efisien.

Selain itu, biaya cetak uang kartal BI akan berkurang, uang palsu, uang lusuh/tidak layak edar akan menurun drastis, dan bagi bank umum tidak perlu membayar bunga kepada pemegang uang elektronik karena tidak berbunga, sehingga bank lebih leluasa menginvestasikan likuiditas dalam bentuk uang elektronik tersebut. Namun, jika masih dikenakan fee, maka ini dapat menciderai upaya mendorong cashless society.

"Adapun alasan fee tersebut untuk membangun infrastruktur untuk isi ulang tidak cukup kuat, mengingat sejauh ini cukup banyak cara untuk dapat top up uang elektronik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
BSI Pastikan Tidak Ada...
BSI Pastikan Tidak Ada Rush Money Saat Layanan Perbankan Terganggu
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
BRI Bantu Pelaku Bisnis...
BRI Bantu Pelaku Bisnis Money Changer Terdampak Corona
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved