IHSG Awal Pekan Dibuka Meroket ke Level 5.916, Bursa Asia Mixed

Senin, 25 September 2017 - 09:44 WIB
IHSG Awal Pekan Dibuka...
IHSG Awal Pekan Dibuka Meroket ke Level 5.916, Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini dibuka meroket ke level 5.916,22 atau menguat sebesar 4.51 poin yang setara dengan 0,08%. Pergerakan positif bursa saham dalam negeri, tidak diikuti bursa Asia yang cenderung mixed pagi ini

Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air berhasil berbalik ke arah positif. Indeks berakhir menguat 5,13 poin atau 0,09% ke level 5.911,71 ditopang kenaikan saham keuangan sebesar 2,31%.

Pada sesi pembukaan hari ini sektor saham dalam negeri bergerak variatif, dipimpin kenaikan tertinggi terjadi pada sektor pertanian mencapai 0.36% diikuti aneka industri 0.20%. Pelemahan terdalam menimpa Infrastruktur sebesar 0,16% dan keuangan naik tipis 0,12%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp172 miliar dengan 143 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp11,98 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp91,96 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp79,98 miliar. Tercatat 92 saham naik, 37 saham turun dan 97 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) naik Rp210 menjadi Rp3.670, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) meningkat mencapai Rp100 menjadi Rp7.250, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah naik Rp75 menjadi Rp1.130.

Selain itu beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp500 menjadi Rp67.500, PT Link Net Tbk. (LINK) menyusut Rp200 menjadi Rp5.000 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun Rp150 menjadi Rp19,725.

Seperti dilansir CNBC, Selasa (25/9/2017), bursa saham utama Asia variatif dalam perdagangan awal pekan, ketika investor masih mencerna pemilu di Jerman dan Selandia Baru selama akhir pekan. Tercatat indeks Nikkei Jepang menguat 0.49% saat kebanyakan produsen mobil dan keuangan mencetak keuntungan.

Yen cenderung mendatar terhadap dolar Amerika Serikat (AS), karena kabar potensial pemilihan akan berlanjut ke Jepang. Di seberang Selat Korea, indeks Kospi berbalik setelah sebelumnya sempat menguat, namu kini bursa saham Korsel sedikit tergelincir 0,33%.

Indeks Australia yakni ASX 200 naik tipis 0,17% dengan sektor ndustri dan kesehatan mencetak keuntungan. Kenaikan indeks sub keuangan adalah sebesar 0,33%. Pada daratan Chiona, komposit Shanghai tergelincir 0,15% dan komposit Shenzhen berangsur turun sebesar 0.135%. Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng di Hong Kong Hang Seng yang terseret 0,7% oleh penurunan saham properti.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
11 jam yang lalu
Infografis
Market Kripto Asia Tenggara...
Market Kripto Asia Tenggara Diprediksi Terus Meroket di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved