Cetak Rekor Lagi, IHSG Dibuka Tembus Level 5.953

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:12 WIB
Cetak Rekor Lagi, IHSG...
Cetak Rekor Lagi, IHSG Dibuka Tembus Level 5.953
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kembali mencetak rekor baru meneruskan penguatan pada penutupan kemarin dengan bertambah 14,33 poin setara 0,24% ke level 5.953,79. Penguatan IHSG pagi ini ketika bursa utama Asia mixed.

Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup mencetak rekor tertinggi sepanjang masa hingga menembus level 5.939,45 dengan tambahan 25,42 poin atau setara dengan 0,43%.

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di jalur hijau dengan sektor pertambangan naik tertinggi sebesar 1,34% dan sektor yang melemah hanya industri dasar melemah 0,05%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11 miliar dengan 6 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,48 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp7,18 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,70 miliar. Tercatat 23 saham naik, 6 saham turun dan 16 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp300 menjadi Rp33.300, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp200 menjadi Rp20.550, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp175 menjadi Rp51.000.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp50 menjadi Rp9.825, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah Rp50 menjadi Rp10.000, dan PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) melemah Rp30 menjadi Rp4.660.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia kembali dibuka mixed, bahkan setelah ekuitas AS ditutup menguat semalam.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,23% ke level 20.662,48 pada awal perdagangan dan indeks Topix menguat 0,1%. Saham Fast Retailing naik 1,73% setelah laporan mengatakan penjualan toko yang sama di gerai ritel Uniqlo di negara tersebut naik 6,3%.

Bursa saham Australia tergelincir, dengan patokan ASX 200 turun 0,6% ke level 5.667,40 pada perdagangan pagi ini dengan sektor energi turun 1% dan sektor keuangan turun 0,78%.

Saham perbankan Australia utama lebih rendah, dengan saham ANZ jatuh 1,51%, saham Westpac turun 1,15%, dan saham National Australia Bank melemah 1,08%.

"Pasar saham Australia menghadapi ujian hari ini. Setelah underperforming pasar utama pada September, kelemahan kembali dalam perdagangan kemarin," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets dalam sebuah catatan pagi ini.

Sementara, bursa saham China dan Korea Selatan masih belum dibuka karena hari libur.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
2 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
2 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi C-130J-30,...
Spesifikasi C-130J-30, Raksasa Langit TNI AU yang Tembus Langit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved