Rupiah Dibuka Loyo Buntuti Pelemahan Poundsterling dan Yen

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 10:10 WIB
Rupiah Dibuka Loyo Buntuti...
Rupiah Dibuka Loyo Buntuti Pelemahan Poundsterling dan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat kembali dijalur merah alias ambruk dari penutupan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah USD yang menguat terhadap yen dan poundsterling.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.485/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.464/USD dengan kisaran level Rp13.469-Rp13.492/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka ke level Rp13.485/USD atau melemah tipis dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.483/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.488/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.490/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.455/USD atau menguat posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.460/USD. Namun, pada pukul 10,05 WIB bergerak melemah ke level Rp13.486/USD dengan kisaran level Rp13.453-Rp13.490/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir versus beberapa mata uang dunia pada hari ini, didukung harapan untuk kemajuan dalam reformasi pajak AS dengan para pelaku pasar menunggu data pekerjaan AS untuk katalis jangka pendek.

Indeks USD yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, terakhir diperdagangkan di level 93,955. Ini naik menjadi 94,016 pada satu titik pada hari ini, level terkuatnya sejak 17 Agustus.

"Kami memiliki langkah pertama di mana Kongres menyampaikan rincian anggaran, jadi Anda selangkah lebih dekat dengan reformasi pajak," kata Heng Koon How, kepala strategi pasar untuk United Overseas Bank (UOB) di Singapura.

Fokus jangka pendeknya adalah data pekerjaan AS untuk September. Data ketenagakerjaan diperkirakan akan menunjukkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan, yang mencerminkan dampak dari Badai Harvey dan Irma.

USD terhadap yen naik tipis 0,1% menjadi 112,89 yen, diperdagangkan di bawah level tertinggi pekan lalu di posisi 113,26 yang merupakan level terkuat USD sejak pertengahan Juli.

Euro terhadap USD bertahan stabil di posisi 1.1708, merayap mendekati level terendahnya di posisi 1.16955 atau level terlemahnya sejak Agustus.

Poundsterling tetap berada di bawah tekanan dan tergelincir ke posisi terendah dalam empat pekan terakhir pada hari ini terhadap USD. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran akan kemungkinan pertempuran kepemimpinan di puncak pemerintahan Inggris.

Poundsterling terhadap USD turun 0,2% menjadi 1,3099. Ini turun menjadi 1,3088 pada satu titik pada Jumat, level terendah sejak 7 September. Sterling telah turun 2,2% terhadap USD selama pekan ini, menempatkannya di jalur untuk kinerja mingguan terburuk sejak Oktober 2016.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
37 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved