Jokowi Target Terbitkan Tambahan 9 Juta Sertifikat Tanah

Senin, 09 Oktober 2017 - 20:15 WIB
Jokowi Target Terbitkan...
Jokowi Target Terbitkan Tambahan 9 Juta Sertifikat Tanah
A A A
SEMARANG - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan telah memberi target kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil agar tahun ini bisa menerbitkan 5 juta sertifikat, kemudian tahun 2018 sejumlah 7 juta sertifikat, dan pada tahun 2019 mencapai 9 juta sertifikat. Pasalnya secara nasional, dari 126 juta bidang tanah di Indonesia, baru 46 juta yang telah bersertifikat.

"Kalau di Jateng, tahun (2017) ini ada 600 ribu sertifikat. Maka tahun depan 1,2 juta sertifikat harus diserahkan," tegas Jokowi saat memberikan sambutan pada acara penyerahan Hak Atas Tanah untuk Rakyat di Lapangan Pancasila Simpanglima, Semarang, Senin (9/10/2017).

Presiden memaparkan, program penyerahan sertifikat tanah merupakan prioritas. Namun di Kota Semarang masih ada 86 ribu bidang tanah yang belum bersertifikat. Hal itu terungkap karena setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah, dia selalu menerima keluhan masyarakat terkait status lahan yang ditempati. "Keluhan itu soal sengketa tanah. Entah dengan tetangga, perbankan, hingga pemerintah. Itu karena tidak punya sertifikat," bebernya.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Solo ini berharap warga sudah memiliki sertifikat sehingga kasus sengketa lahan bisa diminimalisasi. “Karena sertifikat itu merupakan bukti hak hukum atas tanah. Dalam sertifikat terdapat data nama pemilik, alamat, hingga luasan lahan,” sebut dia.

Pihaknya mewanti-wanti agar warga menyimpan sertifikat sebaik mungkin. "Bisa difotokopi dan dibungkus plastik. Apabila yang asli hilang, masih bisa mengurusnya ke BPN dengan fotokopi tersebut," ujar Jokowi.

Sementara, menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, data sertifikat tanah saat ini sudah merambah ke teknologi informasi. Yakni data sertifikat sudah bisa disinkronkan dengan data kemiskinan. Sehingga, pemberian bantuan keuangan bisa dilakukan kolektif dengan sasaran yang tepat.

"Selain itu kalau di-overlay di angka kemiskinan, kemiskinan bisa dikeroyok bareng-bareng. Jadi bantuan keuangan bisa masuk ke individu yang kepemilikan tanahnya sudah sangat kuat. BPN sudah mengujicobanya," ujar Ganjar.

Ganjar menyatakan selama ini bantuan berupa perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) di Jateng sering terbentur persoalan status kepemilikan tanah. Namun jika bisa di-overlay maka angka kemiskinan bisa diukur satu persatu, kapan bisa dibantu, diberikan, dan kapan ditarget nggak miskin lagi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPN Batang Penuhi Target...
BPN Batang Penuhi Target 25.001 Sertifikat Program PTSL
Jokowi Sebut Selama...
Jokowi Sebut Selama Lima Tahun Telah Bagikan 25 Juta Sertifikat Tanah
Sertifikasi Aset PLN...
Sertifikasi Aset PLN di Sulsel Ditarget Rampung Desember 2021
Rugikan Industri, Pengusaha...
Rugikan Industri, Pengusaha Minta BPN Batalkan Sertifikat Jalan Dahwa Jatiuwung
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Kanwil BPN Sulsel Dorong...
Kanwil BPN Sulsel Dorong Palopo Jadi Kota Lengkap Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
12 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
26 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
54 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved