Mayoritas Sektor Saham Memerah, Jatuhkan IHSG 9,17 Poin
Selasa, 10 Oktober 2017 - 16:39 WIB
Mayoritas Sektor Saham Memerah, Jatuhkan IHSG 9,17 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (10/10/2017) berbalik ke zona merah, setelah pagi tadi dibuka cerah. Indeks ditutup jatuh 9,17 poin atau 0,16% ke level 5.905,76.
Saat pembukaan, indeks meningkat 3,20 poin atau 0,05% ke level 5.918,13. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan di level 5.896,46-5.927,68.
Dari 468 saham yang diperdagangkan, 180 tertekan, 160 naik, dan 128 stagnan. Mayoritas sektor saham tercatat negatif yang menyeret jatuhnya indeks, dimana sektor saham infrastruktur terkoreksi hingga 1,12%. Sedangkan sektor pertambangan naik 0,80%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp6,38 triliun dari 9,97 miliar lot saham. Sedangkan asing tercatat melakukan aksi jual, sehingga transaksi bersih asing minus Rp446,05 miliar, dimana aksi jual asing Rp2,73 triliun dan aksi beli asing Rp2,29 triliun.
Sementara itu, pasar Asia ditutup menguat pada Selasa ini karena pasar mengabaikan melambatnya Wall Street. Mengutip CNBC, Selasa (10/10), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,64% atau 132,8 poin menjadi 20.823,51, berkat kenaikan saham Toyota sebesar 1,61%.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,64% didorong oleh kenaikan saham blue-chip seperti Samsung Electronics yang menguat 2,96% dan saham SK Hynix naik 7%. Indeks ASX 200 Australia ditutup turun 0,02% menjadi 5.738,11.
Indeks Hang Seng Hong membalikkan kerugian di awal dengan ditutup naik 0,56%. Dan pasar daratan China seperti indeks Shanghai naik 0,27% menjadi 3.383,54, sementara Shenzhen melonjak 0,78% menjadi 2.030,17.
Kenaikan pasar China disebabkan nilai tukar yuan yang menguat terhadap dolar AS, setelah bank sentral China menaikkan titik tengah yuan menjadi 6,6273 per USD, di atas titik tengah yuan pada Senin kemarin di 6,6493. Ini merupakan titik referensi tinggi sejak 22 September 2017.
Saat pembukaan, indeks meningkat 3,20 poin atau 0,05% ke level 5.918,13. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan di level 5.896,46-5.927,68.
Dari 468 saham yang diperdagangkan, 180 tertekan, 160 naik, dan 128 stagnan. Mayoritas sektor saham tercatat negatif yang menyeret jatuhnya indeks, dimana sektor saham infrastruktur terkoreksi hingga 1,12%. Sedangkan sektor pertambangan naik 0,80%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp6,38 triliun dari 9,97 miliar lot saham. Sedangkan asing tercatat melakukan aksi jual, sehingga transaksi bersih asing minus Rp446,05 miliar, dimana aksi jual asing Rp2,73 triliun dan aksi beli asing Rp2,29 triliun.
Sementara itu, pasar Asia ditutup menguat pada Selasa ini karena pasar mengabaikan melambatnya Wall Street. Mengutip CNBC, Selasa (10/10), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,64% atau 132,8 poin menjadi 20.823,51, berkat kenaikan saham Toyota sebesar 1,61%.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,64% didorong oleh kenaikan saham blue-chip seperti Samsung Electronics yang menguat 2,96% dan saham SK Hynix naik 7%. Indeks ASX 200 Australia ditutup turun 0,02% menjadi 5.738,11.
Indeks Hang Seng Hong membalikkan kerugian di awal dengan ditutup naik 0,56%. Dan pasar daratan China seperti indeks Shanghai naik 0,27% menjadi 3.383,54, sementara Shenzhen melonjak 0,78% menjadi 2.030,17.
Kenaikan pasar China disebabkan nilai tukar yuan yang menguat terhadap dolar AS, setelah bank sentral China menaikkan titik tengah yuan menjadi 6,6273 per USD, di atas titik tengah yuan pada Senin kemarin di 6,6493. Ini merupakan titik referensi tinggi sejak 22 September 2017.
(ven)
Lihat Juga :