Sentimen Dalam Negeri Bisa Menguatkan Rupiah

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 09:01 WIB
Sentimen Dalam Negeri...
Sentimen Dalam Negeri Bisa Menguatkan Rupiah
A A A
JAKARTA - Pelemahan tipis rupiah diharapkan dapat terjaga agar tidak kembali masuk dalam pelemahannya. Masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat menjadi stimulus positif bagi kembali menguatnya laju rupiah.

"Termasuk juga pergerakan USD yang sedang melemah diharapkan dapat dimanfaatkan rupiah untuk dapat menguat. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.530/USD dan resisten Rp13.484/USD.

Sementara, pergerakan rupiah cenderung flat seiring respon pelaku pasar terhadap pembacaan rilis risalah pertemuan The Fed. Di satu sisi, pergerakan rupiah sempat menguat seiring melemahnya USD setelah merespon risalah The Fed tersebut dimana sejumlah pengamat maupun pelaku pasar masih mengkhawatirkan rendahnya inflasi.

Notulen rapat FOMC memperlihatkan belum adanya suara bulat untuk menaikkan bunga di akhir tahun ini. Pertumbuhan ekonomi AS dinilai belum konsisten dan dibutuhkan kesabaran sebelum menaikkan bunga.

"Akan tetapi, di sisi lain, tidak lama kemudian rupiah kembali melemah tipis seiring menguatnya EUR yang memanfaatkan pelemahan USD dan antisipasi jelang pertemuan ECB," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
8 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
37 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved