Sri Mulyani Kantongi Bantuan Usai Sepekan di AS
Selasa, 17 Oktober 2017 - 01:12 WIB
Sri Mulyani Kantongi Bantuan Usai Sepekan di AS
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengantongi berbagai tawaran bantuan dari sejumlah negara, setelah satu pekan berada di Washington DC, Amerika Serikat (AS) dalam rangka menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF. Lewat akun resmi media sosialnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan beberapa hal terkait dengan semua kegiatan selama berada di Washington.
Terutama dalam rangkaian acara WB-IMF Annual Meetings yang merupakan pertemuan tahunan Dewan Gubernur WB dan IMF untuk membahas perkembangan ekonomi dunia, isu-isu global, isu-isu pembangunan dan isu-isu institusional pada kedua lembaga tersebut. Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai lembaga dan organisasi keuangan internasional lain, media massa, serta berbagai organisasi swasta.
Melalui video berdurasi kurang lebih 20 menit, Sri Mulyani menyampakai ada beberapa tawaran bantuan. "Di bidang climate change, dibahas tentang membangun energi. Jerman dimana wakil menterinya ingin membantu karena mereka memiliki dana yang namanya yang dulu mereka investasikan dan ternyata belum mendapatkan proyek yang cocok. Pada dasarnya membangun infrastruktur power, kelistrikan akan dibantu cukup besar," ungkap Sri Mulyani.
Ia menambakan selanjutnya terdapat minat bantuan untuk beberapa sektor transportasi dan akan dibahas terkait beberapa kebutuhan kota di Indonesia yang ingin membangun transportasi massal yang sifatnya bisa mengurangi kemacetan, emisi karbon.
"Ketiga masalah air dan sanitasi yang merupakan juga isu penting untuk mengurangi kemiskinan serta gizi buruk. Ini juga dibahas mengenai investasi, kita mendapatkan anggaran cukup besar. Bagaimana Indonesia bisa meningkatkan kualitasnya dan nanti hubungannya juga dengan daerah. Keempat, kita juga akan dibantu masalah kebakaran hutan," paparnya.
Sejumlah negara juga menawarkan bantaun dana internasinal terkait pengelolaan hutan kepada Indonesia. Hal ini menyusul masih sering terjadinya kebakaran hutan. Sri Mulyani mengatakan, masalah kebakaran hutan menjadi perhatian berbagai negara karena bisa berdampak besar kepada peningkatan emisi gas karbon. "Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri LHK terkait keinginan internasional untuk membantu," terang dia.
Terutama dalam rangkaian acara WB-IMF Annual Meetings yang merupakan pertemuan tahunan Dewan Gubernur WB dan IMF untuk membahas perkembangan ekonomi dunia, isu-isu global, isu-isu pembangunan dan isu-isu institusional pada kedua lembaga tersebut. Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai lembaga dan organisasi keuangan internasional lain, media massa, serta berbagai organisasi swasta.
Melalui video berdurasi kurang lebih 20 menit, Sri Mulyani menyampakai ada beberapa tawaran bantuan. "Di bidang climate change, dibahas tentang membangun energi. Jerman dimana wakil menterinya ingin membantu karena mereka memiliki dana yang namanya yang dulu mereka investasikan dan ternyata belum mendapatkan proyek yang cocok. Pada dasarnya membangun infrastruktur power, kelistrikan akan dibantu cukup besar," ungkap Sri Mulyani.
Ia menambakan selanjutnya terdapat minat bantuan untuk beberapa sektor transportasi dan akan dibahas terkait beberapa kebutuhan kota di Indonesia yang ingin membangun transportasi massal yang sifatnya bisa mengurangi kemacetan, emisi karbon.
"Ketiga masalah air dan sanitasi yang merupakan juga isu penting untuk mengurangi kemiskinan serta gizi buruk. Ini juga dibahas mengenai investasi, kita mendapatkan anggaran cukup besar. Bagaimana Indonesia bisa meningkatkan kualitasnya dan nanti hubungannya juga dengan daerah. Keempat, kita juga akan dibantu masalah kebakaran hutan," paparnya.
Sejumlah negara juga menawarkan bantaun dana internasinal terkait pengelolaan hutan kepada Indonesia. Hal ini menyusul masih sering terjadinya kebakaran hutan. Sri Mulyani mengatakan, masalah kebakaran hutan menjadi perhatian berbagai negara karena bisa berdampak besar kepada peningkatan emisi gas karbon. "Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri LHK terkait keinginan internasional untuk membantu," terang dia.
(akr)
Lihat Juga :