Fondasi Makin Kuat, MNC Bank Siap Melaju Tahun Depan
Kamis, 26 Oktober 2017 - 19:21 WIB
Fondasi Makin Kuat, MNC Bank Siap Melaju Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - Setelah memperkuat fondasi bisnis pasca-akuisisi oleh MNC Group selama tiga tahun terakhir, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), atau MNC Bank bersiap melaju kencang mulai 2018 untuk fokus mengejar pasar konsumer.
Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, tahun ini menjadi periode terakhir dari tahap pertama pengembangan strategi MNC Bank yang berlangsung sejak 2015. Selama periode tersebut, MNC Bank fokus pada transformasi pembangunan fondasi melalui inovasi strategi bisnis.
"Tahun depan kami sudah siap melaju kencang, apalagi didukung suntikan modal dari MNC Group agar modal kami semakin kuat," ungkap dia dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Menurutnya, pada tiga tahun pertama, MNC Bank telah membangun infrastruktur teknologi informasi, pengembangan jaringan kantor, pengembangan produk dan aktivitas baru berbasis digital. Kemudian, pengembangan aplikasi mobile, membangun kerja sama bisnis dengan pihak ketiga yang menunjang perkembangan bisnis MNC Bank, serta tidak terlepas dari peningkatan kualitas SDM yang merupakan aset bagi perusahaan.
Selanjutnya, memasuki tahap kedua dari proses transformasi, yakni fokus bisnis. MNC Bank telah menyusun rencana strategis bank untuk 2018, di antaranya memperkuat struktur permodalan, akuisisi nasabah untuk menggenjot pertumbuhan dana murah, pemulihan kredit bermasalah, dan pengembangan strategi yang telah diterapkan sebelumnya.
Sementara, emiten bersandi saham BABP tersebut selaras menggenjot pertumbuhan bisnis secara anorganik. Penambahan modal rencananya akan dilakukan setiap tahun hingga 2021.
Benny menambahkan, rencana akuisisi bank yang digagas oleh MNC Group sebagai induk usaha, masih berjalan hingga saat ini. Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo (HT) tersebut mengincar bank BUKU I dan II yang memiliki fokus di sektor konsumer.
"Harganya belum ketemu, mereka menawarkan tiga sampai empat kali nilai buku. MNC Group mau mengambil alih dan nantinya digabung dengan MNC Bank. Diakuisisi, dibenahi, baru merger dengan MNC Bank," tuturnya.
Kinerja kuartal III/2017 makin kinclong
Kinerja perseroan hingga kuartal III/2017 tumbuh positif. Per September 2017, penyaluran fungsi intermediasi MNC Bank mencapai Rp7,6 triliun atau tumbuh 4% yoy, pertumbuhan terutama didorong oleh kredit properti dan konstruksi. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp8,7 triliun.
Benny mengatakan, hasil dari penerapan startegi untuk mendapatkan cost of fund yang lebih rendah dan penyaluran kredit yang berkualitas mencatatkan pos pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 8% yoy.
MNC Bank masih terus melakukan perbaikan kualitas kredit perseroan peninggalan manajemen lama melalui tiga strategi yaitu restrukturisasi, penjualan agunan dan proses litigasi. Restrukturisasi kredit dilakukan untuk meningkatkan kinerja bank dalam jangka panjang. Sampai September 2017 MNC Bank telah mengalokasikan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp103,2 miliar.
Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, tahun ini menjadi periode terakhir dari tahap pertama pengembangan strategi MNC Bank yang berlangsung sejak 2015. Selama periode tersebut, MNC Bank fokus pada transformasi pembangunan fondasi melalui inovasi strategi bisnis.
"Tahun depan kami sudah siap melaju kencang, apalagi didukung suntikan modal dari MNC Group agar modal kami semakin kuat," ungkap dia dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Menurutnya, pada tiga tahun pertama, MNC Bank telah membangun infrastruktur teknologi informasi, pengembangan jaringan kantor, pengembangan produk dan aktivitas baru berbasis digital. Kemudian, pengembangan aplikasi mobile, membangun kerja sama bisnis dengan pihak ketiga yang menunjang perkembangan bisnis MNC Bank, serta tidak terlepas dari peningkatan kualitas SDM yang merupakan aset bagi perusahaan.
Selanjutnya, memasuki tahap kedua dari proses transformasi, yakni fokus bisnis. MNC Bank telah menyusun rencana strategis bank untuk 2018, di antaranya memperkuat struktur permodalan, akuisisi nasabah untuk menggenjot pertumbuhan dana murah, pemulihan kredit bermasalah, dan pengembangan strategi yang telah diterapkan sebelumnya.
Sementara, emiten bersandi saham BABP tersebut selaras menggenjot pertumbuhan bisnis secara anorganik. Penambahan modal rencananya akan dilakukan setiap tahun hingga 2021.
Benny menambahkan, rencana akuisisi bank yang digagas oleh MNC Group sebagai induk usaha, masih berjalan hingga saat ini. Perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo (HT) tersebut mengincar bank BUKU I dan II yang memiliki fokus di sektor konsumer.
"Harganya belum ketemu, mereka menawarkan tiga sampai empat kali nilai buku. MNC Group mau mengambil alih dan nantinya digabung dengan MNC Bank. Diakuisisi, dibenahi, baru merger dengan MNC Bank," tuturnya.
Kinerja kuartal III/2017 makin kinclong
Kinerja perseroan hingga kuartal III/2017 tumbuh positif. Per September 2017, penyaluran fungsi intermediasi MNC Bank mencapai Rp7,6 triliun atau tumbuh 4% yoy, pertumbuhan terutama didorong oleh kredit properti dan konstruksi. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp8,7 triliun.
Benny mengatakan, hasil dari penerapan startegi untuk mendapatkan cost of fund yang lebih rendah dan penyaluran kredit yang berkualitas mencatatkan pos pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 8% yoy.
MNC Bank masih terus melakukan perbaikan kualitas kredit perseroan peninggalan manajemen lama melalui tiga strategi yaitu restrukturisasi, penjualan agunan dan proses litigasi. Restrukturisasi kredit dilakukan untuk meningkatkan kinerja bank dalam jangka panjang. Sampai September 2017 MNC Bank telah mengalokasikan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp103,2 miliar.
(izz)
Lihat Juga :