IHSG Dibuka Rebound, Tembus Level 6.000
Selasa, 31 Oktober 2017 - 09:52 WIB
IHSG Dibuka Rebound, Tembus Level 6.000
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (31/10/2017) dibuka rebound sebesar 1,01% alias naik 60,30 poin ke level 6.034,38. Senin kemarin, indeks ditutup turun 1,20 poin atau 0,02% ke level 5.974,08. Dan pada Senin lalu, indeks diperdagangkan di kisaran 5.969,21-6.008,63.
Indeks rebound didukung laju sembilan sektor saham. Sektor konsumsi dan infrastruktur naik paling tajam yaitu masing-masing 0,90% dan 0,77%. Hanya, sektor perdagangan yang jatuh 0,11%.
Dari 409 saham yang diperdagangkan, 129 menguat, 212 stagnan, dan 68 tertekan. Nilai transaksi saham sebesar Rp2,20 triliun dari 1,88 miliar lot saham. Transaksi bersih asing Rp18,85 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,05 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,03 triliun.
Sementara itu, pasar Asia dibuka variatif setelah Wall Street ditutup melemah karena berita rencana pemotongan pajak di AS dapat diimplementasikan secara bertahap. Melansir dari CNBC, Selasa (31/10), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,48% karena saham keuangan rugi lebih dari 1%, dengan Mitsubishi UFJ turun 2,11% dan Nomura Holdings jatuh 2,55%.
Di Selat Korea, Kospi naik tipis 0,11%, berkat kenaikan saham otomotif dan ritel, seperti Hyundai Motor naik 1,6% dan Lotte Shopping naik 4,29%. Indeks ASX 200 Australia naik 0,06%, dengan saham energi dan konsumen memimpin kenaikan.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,37%, karena saham kasino tertekan pada awal perdagangan. Di daratan China, Shanghai memperpanjang kerugian dengan turun 0,31% dan Shenzhen melemah 0,047%. Hal ini disebabkan Indeks Manajer Pembelian manufaktur China untuk bulan Oktober berada di angka 51,6, di bawah perkiraan sebesar 52,0.
Indeks rebound didukung laju sembilan sektor saham. Sektor konsumsi dan infrastruktur naik paling tajam yaitu masing-masing 0,90% dan 0,77%. Hanya, sektor perdagangan yang jatuh 0,11%.
Dari 409 saham yang diperdagangkan, 129 menguat, 212 stagnan, dan 68 tertekan. Nilai transaksi saham sebesar Rp2,20 triliun dari 1,88 miliar lot saham. Transaksi bersih asing Rp18,85 miliar, dengan aksi beli asing Rp1,05 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,03 triliun.
Sementara itu, pasar Asia dibuka variatif setelah Wall Street ditutup melemah karena berita rencana pemotongan pajak di AS dapat diimplementasikan secara bertahap. Melansir dari CNBC, Selasa (31/10), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,48% karena saham keuangan rugi lebih dari 1%, dengan Mitsubishi UFJ turun 2,11% dan Nomura Holdings jatuh 2,55%.
Di Selat Korea, Kospi naik tipis 0,11%, berkat kenaikan saham otomotif dan ritel, seperti Hyundai Motor naik 1,6% dan Lotte Shopping naik 4,29%. Indeks ASX 200 Australia naik 0,06%, dengan saham energi dan konsumen memimpin kenaikan.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,37%, karena saham kasino tertekan pada awal perdagangan. Di daratan China, Shanghai memperpanjang kerugian dengan turun 0,31% dan Shenzhen melemah 0,047%. Hal ini disebabkan Indeks Manajer Pembelian manufaktur China untuk bulan Oktober berada di angka 51,6, di bawah perkiraan sebesar 52,0.
(ven)
Lihat Juga :