Satgas Pangan Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Ini

Kamis, 02 November 2017 - 14:25 WIB
Satgas Pangan Pantau...
Satgas Pangan Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Ini
A A A
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Setyo Wasisto mengungkapkan, pihaknya akan terjun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok. Hal ini demi menjaga agar tidak terjadi lonjakan harga saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

(Baca: Mendag Tak Akan Tolerir Pedagang Timbun Stok )

Adapun daerah yang menjadi pantauan utama adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, dan Kalimantan Barat. Selain itu, daerah yang menjadi pantauan kedua adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Hal ini mengingat pengalaman pada 2015, di mana terjadi kemacetan panjang saat Natal dan menyebabkan angkutan pangan menjadi tersendat.

"Kami punya pengalaman ketika 2015 terjadi kemacetan panjang pas Natal yang enggak diprediksi. Jadi angkutan pangan tersendat menjadikan tragedi yang menyusahkan banyak orang. Makanya satgas melihat ada lokasi utama dan kedua yang dipantau," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Dia menyatakan, pihaknya akan mulai bekerja pada 1 Desember 2017. Sebab, persiapan masyarakat menjelang Natal sudah mulai dilakukan sejak awal bulan.

"Tanggal 1 Desember sudah mulai perayaan Natal. Sebab itu, kami mulai 1 Desember, karena harus ada persiapan juga satgas pangan di daerah kan. Kita harus berikan arahan untuk rencana aksi ini, jadi kita mulai fokus bekerja 1 Desember 2017," imbuhnya.

Belajar dari pengalaman momen Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu, pihaknya akan melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Dia pun meminta seluruh Dinas Perdagangan di daerah dapat berkoordinasi dengan kepolisian di daerah untuk mengamankan jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Karena kordinasi kadang mudah diucapkan susah dilaksanakan. Dan kita hanya mampu mengendalikan harga di lapangan itu adalah K/L terkait mampu untuk mengesampingkan ego sektoral. Sehingga kita hanya bertujuan satu untuk bangsa dan negara ini," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Kemendag Optimis Kebijakan...
Kemendag Optimis Kebijakan yang Ada Bikin Harga Pangan dan Sembako Stabil
Mendag Pastikan Distribusi...
Mendag Pastikan Distribusi Sembako Lancar Menjelang Lebaran
DPR Minta Kemendag Pastikan...
DPR Minta Kemendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Terjangkau
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
2 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
3 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved