Suku Bunga Inggris Naik Pertama Kali Sejak 10 Tahun
Kamis, 02 November 2017 - 19:45 WIB
Suku Bunga Inggris Naik Pertama Kali Sejak 10 Tahun
A
A
A
LONDON - Bank of England (BoE) memutuskan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya lebih dari 10 tahun. Suku bunga perbankan resmi naik dari 0,25% menjadi 0,5% untuk jadi yang pertama sejak Juli 2007, silam.
Seperti dilansir BBC, Kamis (2/11/2017) keputusan ini bergerak berbalik arah setelah pada bulan Agustus sebelumnya memangkas suku bunga, setelah Inggris memilih untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa (UE). Hampir empat juta rumah tangga menghadapi pembayaran bunga hipotek lebih tinggi setelah kenaikan ini.
Akan tetap kenaikan suku bunga akan menjadi angin segar untuk penabung mencetak keuntungan, meski tidak terlalu besar. Sementara 8,1 juta rumah tangga dengan hipotek mencapai 3,7 juta atau 46%, berada di tingkat variabel standar atau berada dalam jalurnya.
Menurut keuangan Inggris, saldo rata-rata adalah 89.000 poundsterlung dan diperkirakan bakal melihat adanya peningkatan pembayaran antara 11 pounds dan 12 pounds per bulan. Bank sendiri sempat memperkirakan bahwa hampir dua juta pemegang hipotek tidak mengalami kenaikan suku bunga sejak mengeluarkan hipotek.
Kenaikan suku bunga BoE akan mengikuti pola yang ditetapkan oleh Federal Reserve A.S dan sampai batas tertentu oleh Bank Sentral Eropa, yang mengatakan akan mulai menghitung kembali rencana stimulusnya. Perekonomian melaju ke depan, dan rencana keberangkatan Inggris dari Uni Eropa pada bulan Maret 2019 membuat masa depannya sulit diprediksi.
Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan kenaikan suku bunga oleh BoE sekarang akan menjadi sebuah kesalahan. Sedangkan tujuh dari sembilan panel Monetary Policy Committee (MPC) memilih mendukung suku bunga yang lebih tinggi.
MPC juga mengatakan bahwa keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa bakal berdampak pada keadaan ekonomi. Dikatakan olehnya berhubungan dengan beberapa kendala Brexit yakni pada pasokan investasi dan tenaga kerja, yang memegang kembali tingkat pertumbuhan potensi ekonomi Inggris.
Seperti dilansir BBC, Kamis (2/11/2017) keputusan ini bergerak berbalik arah setelah pada bulan Agustus sebelumnya memangkas suku bunga, setelah Inggris memilih untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa (UE). Hampir empat juta rumah tangga menghadapi pembayaran bunga hipotek lebih tinggi setelah kenaikan ini.
Akan tetap kenaikan suku bunga akan menjadi angin segar untuk penabung mencetak keuntungan, meski tidak terlalu besar. Sementara 8,1 juta rumah tangga dengan hipotek mencapai 3,7 juta atau 46%, berada di tingkat variabel standar atau berada dalam jalurnya.
Menurut keuangan Inggris, saldo rata-rata adalah 89.000 poundsterlung dan diperkirakan bakal melihat adanya peningkatan pembayaran antara 11 pounds dan 12 pounds per bulan. Bank sendiri sempat memperkirakan bahwa hampir dua juta pemegang hipotek tidak mengalami kenaikan suku bunga sejak mengeluarkan hipotek.
Kenaikan suku bunga BoE akan mengikuti pola yang ditetapkan oleh Federal Reserve A.S dan sampai batas tertentu oleh Bank Sentral Eropa, yang mengatakan akan mulai menghitung kembali rencana stimulusnya. Perekonomian melaju ke depan, dan rencana keberangkatan Inggris dari Uni Eropa pada bulan Maret 2019 membuat masa depannya sulit diprediksi.
Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan kenaikan suku bunga oleh BoE sekarang akan menjadi sebuah kesalahan. Sedangkan tujuh dari sembilan panel Monetary Policy Committee (MPC) memilih mendukung suku bunga yang lebih tinggi.
MPC juga mengatakan bahwa keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa bakal berdampak pada keadaan ekonomi. Dikatakan olehnya berhubungan dengan beberapa kendala Brexit yakni pada pasokan investasi dan tenaga kerja, yang memegang kembali tingkat pertumbuhan potensi ekonomi Inggris.
(akr)
Lihat Juga :