Inflasi Diramal Melewati 13 Persen, Inggris Akan Resesi Tahun Ini

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 07:48 WIB
loading...
Inflasi Diramal Melewati 13 Persen, Inggris Akan Resesi Tahun Ini
Bank of England (BoE) telah memperingatkan Inggris akan jatuh ke dalam jurang resesi karena menaikkan suku bunga paling tinggi dalam 27 tahun. Foto/Dok
A A A
LONDON - Bank of England (BoE) telah memperingatkan Inggris akan jatuh ke dalam jurang resesi karena menaikkan suku bunga paling tinggi dalam 27 tahun. Ekonomi diperkirakan akan menyusut dalam tiga bulan terakhir tahun ini dan terus menyusut hingga akhir 2023.

Dilansir BBC, suku bunga telah naik menjadi 1,75% karena Bank berjuang untuk membendung lonjakan harga, dengan inflasi yang saat ini bakal mencapai lebih dari 13%.

Baca Juga: Miliarder Ini Ramalkan Inflasi Tinggi Bertahan Lama dan Bitcoin Jadi Tak Berharga

Gubernur BoE, Andrew Bailey mengatakan, dia mengetahui untuk menekan biaya hidup bakal sulit tetapi jika tidak menaikkan suku bunga, itu akan menjadi 'lebih buruk'.

Alasan utama inflasi yang tinggi dan pertumbuhan yang rendah adalah melonjaknya tagihan energi, salah satunya disebabkan oleh Perang Rusia Ukraina. Rumah tangga biasa harus merogoh kocek sebesar 300 pounds per bulan untuk membayar energi pada bulan Oktober, seperti yang diwanti-wanti bank.

Baca Juga: AS Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2022 Turun 0,9 Persen

Resesi yang bakal datang diharapkan tidak akan menjadi penurunan terpanjang sejak 2008, ketika sistem perbankan Inggris menghadapi keruntuhan, hingga menghentikan pinjaman. Kemerosotan tidak akan sedalam 14 tahun yang lalu, tetapi mungkin berlangsung lama.

Gubernur Bank Andrew Bailey mengatakan dia memiliki "simpati besar dan pemahaman bagi mereka yang sedang berjuang" dengan biaya hidup tinggi.

"Saya tahu bahwa mereka akan merasa, 'Nah, mengapa Anda menaikkan suku bunga hari ini, bukankah itu membuatnya lebih buruk dari perspektif konsumsi?', saya khawatir jawaban saya untuk itu adalah, itu bukan karena saya khawatir alternatifnya bahkan lebih buruk dalam hal inflasi yang persisten," bebernya.

Meningkatkan suku bunga adalah salah satu cara untuk mencoba dan mengendalikan inflasi, namun di sisi lain akan meningkatkan biaya pinjaman dan harus mendorong orang untuk meminjam dan membelanjakan lebih sedikit. Ini juga dapat mendorong orang untuk menabung lebih banyak.

Namun, banyak rumah tangga akan semakin tertekan menyusul kenaikan suku bunga termasuk beberapa pemegang hipotek. Saat ini suku bunga telah naik menjadi 1.75%, pemilik rumah pada hipotek biasa harus membayar sekitar 52 pounds lebih banyak dalam sebulan. Mereka yang menggunakan hipotek suku bunga variabel standar akan melihat peningkatan 59 pounds.

Suku bunga telah naik enam kali berturut-turut sejak akhir tahun lalu. Suku bunga yang lebih tinggi juga berarti biaya yang lebih tinggi untuk hal-hal seperti kartu kredit, pinjaman bank, dan kredit mobil.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1454 seconds (10.55#12.26)