Taksi Konvensional Jalin Kongsi agar Tetap Hidup

Sabtu, 04 November 2017 - 14:15 WIB
Taksi Konvensional Jalin...
Taksi Konvensional Jalin Kongsi agar Tetap Hidup
A A A
HADIRNYA taksi daring macam Go-Car, GrabCar, dan Uber menggerus pendapatan dan laba perusahaan taksi konvensional. Beleid baru tentang taksi daring ini diharapkan bisa sedikit menolong taksi konvensional.

Nasib buruk PT Blue Bird Tbk. sudah bergayut mulai 2016. Setahun sebelumnya, Si Burung Biru masih bisa bertelur optimal. Kala itu, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp4,03 triliun. Pada tahun berikutnya, pendapatan tergerus menjadi Rp3,64 triliun. Ujung-ujungnya, laba bersih perusahaan publik ini juga merosot dari sekitar Rp600 miliar pada 2015 menjadi Rp400 miliar pada tahun lalu.

Pada tahun ini, kondisi tampaknya tidak banyak berubah. Telur Si Biru tak banyak yang menetas. Tengok saja laporan terakhir perseroan. Pada semester pertama 2017, Blue Bird hanya mengantongi pendapatan sebesar Rp2,08 triliun. Jumlah itu turun 15,74% jika dibandingkan semester pertama 2016 yang sebesar Rp2,47 triliun. Dari sisi laba, nilainya juga kempis hanya sebesar Rp194,27 miliar. Lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp230,31 miliar.

Blue Bird sudah melakukan berbagai ikhtiar untuk mempertahankan kejayaannya dengan antara lain berkongsi dengan Go-Jek sejak Februari 2017 lalu. Cara begini nyatanya tidak bisa mendongkrak kinerja keuangan Blue Bird. Namun, ini bisa menjadi pendapatan sopir.

Sekendang sepenarian dialami taksi Express milik PT Express Transindo Utama Tbk. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2017, Express hanya berhasil membukukan pendapatan Rp158,73 miliar. Padahal, pada periode yang sama di 2016, perusahaan ini masih bisa mengantongi pendapatan Rp374,06 miliar.

Tanpa perlu berpikir panjang, Sekretaris Perusahaan Taksi Express Megawati Affan langsung menuding taksi daring sebagai biangnya. “Tingkat utilitas atau keterisian penumpang armada taksi Express menurun sejak ada taksi daring,” ucapnya kepada SINDO Weekly.

Bagaimana cara perusahaan taksi konvensional tetap bertahan? Anda bisa membaca selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 36/VI/2017 yang terbit Senin (6/11/2017).

Taksi Konvensional Jalin Kongsi agar Tetap Hidup


(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Buka Lapangan Kerja,...
Buka Lapangan Kerja, Partai Emas Uji Coba Layanan Transportasi Daring
Cara Mitra Taksi Online...
Cara Mitra Taksi Online Menyiasati Orderan Sepi Saat Pandemi
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Bluebird Kenalkan Versi...
Bluebird Kenalkan Versi Aplikasi Terbaru MyBlueBird
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved