Cetak Rekor Tertinggi, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.050
Senin, 06 November 2017 - 16:58 WIB
Cetak Rekor Tertinggi, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.050
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir melesat ke posisi tertinggi, ketika sempat memerah di awal sesi. Bursa saham Tanah Air ditutup melompat ke level 6.050,82 dengan tambahan 11,28 poin atau yang setara dengan 0,19%.
IHSG siang tadi kembali meroket ke level 6.047,58 dengan tambahan 8,04 poin atau setara dengan 0,13%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri menyusut 9,89 poin atau 0,16% menjadi 6.029,65 dan kemarin IHSG berakhir meningkat 8,43 poin atau 0,14% ke posisi 6.039,54.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir secara keseluruhan berada di jalur positif dengan sektor penguatan tertinggi yakni infrastruktur naik 1,39% serta industri dasar meningkat 1,11%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yaitu konsumer berkurang 0,80%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,74 triliun dengan 8,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp157,65 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,60 triliun. Tercatat sebesar 187 saham menguat, 162 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp350 menjadi Rp73.950, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) meningkat Rp250 ke posisi Rp2.300 dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP) naik Rp200 menuju level Rp7.200.
Sementara, beberapa saham yang mengalami pelemahan yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah Rp50 menjadi Rp7.700, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) berkurang Rp40 menjadi Rp4.910 serta PT Metro Realty Tbk. (MTSM) menyusut Rp36 ke posisi Rp250.
Seperti dilansir CNBC, mayoritas bursa utama Asia berakhir mixed di perdagangan sore awal pekan. Indeks Nikkei Jepang menutup sesi hanya bertambah 0,04% atau setara dengan 9,23 poin menjadi 22.548,35 saat saham energi meningkat, sementara saham produsen mobil bergerak variatif.
Tercatat Mazda Motor menurun 4,3% saat terjadi pelemahan laba kuartalan dan saham Subaru ditutup menyusut 2,71% usai laba operasional direvisi. Beberapa menit setelahnya Bank of Japan menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan pikir bank sentral perlu pedoman kebijakan saat ini.
Di seberang Selat Korea, Kospi datang di bawah tekanan. Indeks berakhir menjadi 28.596,80 usai kehilangan 6,81 poin atau setara 0,02% seiringi kejatuhan saham beberapa perusahaan teknologi untuk SK Hynix ditutup tergelincir 1,07% dan Samsung Electronics bergerak mendatar.
Pelemahan juga terlihat pada bursa saham Australia ketika indeks ASX turun 0,1% untuk berakhir di level 5.953,78 dengan keuntungan di utilitas dan saham teknologi informasi mencetak kerugian. Indeks Hang Seng, Hong Kong lebih rendah 0,22% atau 6.81 poin ke posisi 28.596,80.
Pasar bursa di daratan China bernasib sedikit lebih baik dan ditutup di atas garis datar. Komposit Shanghai mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,52% menjadi 3.389,12 dan komposit Shenzhen membalik kerugian di awal untuk menutup lewat tambaham 1,18% di level 1.999,30. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang lebih rendah 0.17% di perdagangan sore.
IHSG siang tadi kembali meroket ke level 6.047,58 dengan tambahan 8,04 poin atau setara dengan 0,13%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri menyusut 9,89 poin atau 0,16% menjadi 6.029,65 dan kemarin IHSG berakhir meningkat 8,43 poin atau 0,14% ke posisi 6.039,54.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir secara keseluruhan berada di jalur positif dengan sektor penguatan tertinggi yakni infrastruktur naik 1,39% serta industri dasar meningkat 1,11%. Sedangkan sektor dengan pelemahan terdalam yaitu konsumer berkurang 0,80%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,74 triliun dengan 8,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp157,65 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,60 triliun. Tercatat sebesar 187 saham menguat, 162 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp350 menjadi Rp73.950, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) meningkat Rp250 ke posisi Rp2.300 dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP) naik Rp200 menuju level Rp7.200.
Sementara, beberapa saham yang mengalami pelemahan yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah Rp50 menjadi Rp7.700, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) berkurang Rp40 menjadi Rp4.910 serta PT Metro Realty Tbk. (MTSM) menyusut Rp36 ke posisi Rp250.
Seperti dilansir CNBC, mayoritas bursa utama Asia berakhir mixed di perdagangan sore awal pekan. Indeks Nikkei Jepang menutup sesi hanya bertambah 0,04% atau setara dengan 9,23 poin menjadi 22.548,35 saat saham energi meningkat, sementara saham produsen mobil bergerak variatif.
Tercatat Mazda Motor menurun 4,3% saat terjadi pelemahan laba kuartalan dan saham Subaru ditutup menyusut 2,71% usai laba operasional direvisi. Beberapa menit setelahnya Bank of Japan menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan pikir bank sentral perlu pedoman kebijakan saat ini.
Di seberang Selat Korea, Kospi datang di bawah tekanan. Indeks berakhir menjadi 28.596,80 usai kehilangan 6,81 poin atau setara 0,02% seiringi kejatuhan saham beberapa perusahaan teknologi untuk SK Hynix ditutup tergelincir 1,07% dan Samsung Electronics bergerak mendatar.
Pelemahan juga terlihat pada bursa saham Australia ketika indeks ASX turun 0,1% untuk berakhir di level 5.953,78 dengan keuntungan di utilitas dan saham teknologi informasi mencetak kerugian. Indeks Hang Seng, Hong Kong lebih rendah 0,22% atau 6.81 poin ke posisi 28.596,80.
Pasar bursa di daratan China bernasib sedikit lebih baik dan ditutup di atas garis datar. Komposit Shanghai mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,52% menjadi 3.389,12 dan komposit Shenzhen membalik kerugian di awal untuk menutup lewat tambaham 1,18% di level 1.999,30. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang lebih rendah 0.17% di perdagangan sore.
(akr)
Lihat Juga :