Menteri Jonan Dorong Freeport IPO Setelah Divestasi Selesai

Selasa, 07 November 2017 - 15:40 WIB
Menteri Jonan Dorong...
Menteri Jonan Dorong Freeport IPO Setelah Divestasi Selesai
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia didorong melantai di Bursa Efek Indonesia (initial public offering/IPO) setelah proses divestasi selesai atau ketika Pemerintah Indonesia telah menguasai 51% saham perusahaan.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat ini yang perlu diselesaikan adalah proses divestasi Freeport kepada Pemerintah Indonesia. Setelah seluruh proses divestasi selesai baru perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut dapat tercatat di bursa.

"Setelah pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan wilayah Papua punya 51% saham secara kumulatif, semestinya dipikirkan Freeport untuk go public di kemudian hari," kata Jonan di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Jonan menolak jika proses divestasi 51% saham dilakukan melalui bursa. Freeport tetap harus mendivestasikan sahamnya melalui mekanisme penawaran langsung kepada Pemerintah Indonesia mencakup, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten setempat kemudian BUMN dan BUMD.

"Jadi tidak sekarang. Kalau sekarang nawarin IPO sekarang enggak. Harus divestasi," tandasnya.

Dia menargetkan, proses divestasi dapat selesai secepatnya sesuai arahan Presiden Joko Widodo yaitu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah.

Tidak hanya itu, Jonan juga mendorong perusahaan tambang yang masih berstatus penanaman modal asing (PMA) untuk melantai di BEI. Menurut Jonan saat ini dari sekitar 600 perusahaan yang terdaftar di bursa, porsi perusahaan tambang masih sangat sedikit.

Padahal, dengan melantai di bursa perusahaan tambang diyakini akan lebih transparan. Apalagi imbuhnya, pendapatan sektor pertambangan sangat besar.

Sektor pertambangan umum seperti batu bara dan mineral yang telah terdaftar dii bursa menurutnya berkontribusi sekitar Rp240 triliun dengan asumsi harga rata-rata batu bara USD60 per ton untuk kualitas 6.300 kilokalori per kilogram. Dengan begitu, total industri energi dan sumber daya mineral bisa menyumbangkan sekitar lebih dari Rp2.000 triliun atau hampir 17-18% produk domestik bruto (PDB) nasional.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, IPO bukan pilihan merampungkan proses divestasi 51% saham. Pasalnya di dalam kontrak karya (KK) tidak ada pilihan divestasi lewat IPO.

Namun begitu, dia mengakui, pemerintah sebelumnya tidak konsisten dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengizinkan divestasi lewat IPO. "Dahulu peraturan kita tidak konsisten di dalam kontrak, yang namanya divestasi itu enggak pernah dibilang bagian dari IPO," jelasnya.

Dia menandaskan bahwa regulasi tersebut saat ini sudah dicabut sehingga IPO bukan solusi Freeport untuk melepas sahamnya. Darmin menegaskan, saham divestasi harus dibeli oleh pemerintah.

"Jadi pemerintah beli sahamnya. Pernah ada aturan yang bilang IPO boleh tapi PP itu sudah dicabut," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Ignasius Jonan,...
Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Ignasius Jonan Resmi...
Ignasius Jonan Resmi Duduki Kursi Komisaris Unilever
Rambah Dunia TI, Ignasius...
Rambah Dunia TI, Ignasius Jonan Jadi Komut Anabatic Technologies
Jonan Harap PTPN Fokus...
Jonan Harap PTPN Fokus ke Dua Bisnis Masa Depan, Apa Itu?
Dicolek Anies Soal Jalur...
Dicolek Anies Soal Jalur Kereta, Ini Sepak Terjang Jonan: Tolak Kereta Cepat, Berseteru dengan Ahok hingga Rusdi Kirana
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KAI, Jonan Beberkan Upaya Berantas Calo Hingga Mengubah Kultur
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved