Arsitag Siap Kuasai Segmen Bisnis Online Jasa Konstruksi di Indonesia

Selasa, 07 November 2017 - 21:32 WIB
Arsitag Siap Kuasai...
Arsitag Siap Kuasai Segmen Bisnis Online Jasa Konstruksi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Urusan membangun atau mau renovasi rumah kini tidak akan rumit lagi dengan layanan digital. Arsitag, startup portal pencarian kontraktor profesional, optimistis akan menjadi one stop solution untuk kebutuhan home improvement. Nantinya portal tersebut akan melayani mulai dari pencarian arsitek, interior, kontraktor, suplier, hingga tenaga spesialis lainnya.

COO Arsitag Steven Gomedi mengatakan layanan home improvement semakin dibutuhkan masyarakat perkotaan. Hal ini mengingat biaya membangun atau renovasi rumah kini tidak murah. Sehingga kalau ada kesalahan dalam prosesnya bisa membuat biaya membengkak tidak sedikit.

"Saat ini, kami baru sebatas direktori untuk mengarahkan pemilik proyek pada arsitek yang sesuai. Namun kedepannya, kami ingin berkembang menjadi marketplace di bidang konstruksi. Dari sekedar proyek kecil hingga besar. Tidak sekadar mempertemukan," ujar Steven, Selasa (7/11/2017) di Jakarta.

Dia bercerita harga minimal proyek bangun rumah yang biasa diterima mulai dari Rp3,5 juta per m2 untuk Jabodetabek. Sedangkan jenis proyek yang tercatat masuk ke portal, mulai dari renovasi rumah, apartemen, hingga level menengah.

"Proyek yang masuk utamanya memang untuk rumah. Namun proyek skala menengah juga sudah bisa seperti bangunan co working space di BSD dan Kuningan. Bahkan untuk Tokopedia Tower, kami turun tangan dan seleksi langsung kontraktor," terangnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, semua proyek yang masuk membuat tim mereka terus meningkatkan kemampuan algoritma situs tersebut. Karena itu, proyek bangunan menengah sudah bisa dilayani. Investasi untuk pengembangan IT lebih dari 60% dari nilai investasi keseluruhan. Sementara total dana yang disuntikkan sudah sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar sejak awal berdiri tahun 2016.

Hasilnya adalah mereka telah menjadi pemain utama dalam menyediakan tenaga profesional untuk kontraktor dan arsitek di Indonesia. "Trafik pengunjung situs kami yang tertinggi di segmennya. Untuk pengunjung situs kami berkisar 100-120 ribu pengunjung. Sekitar 150-200 pengunjung melakukan komitmen karena prosesnya tidak singkat dan tergantung klien," ujarnya.

Pengunjung yang masuk ke situs saat ini mengajukan proyek untuk renovasi dan bangun baru. Tren permintaan rumah baru yang lesu membuat proyek bangun baru lebih rendah dibandingkan renovasi. Sedangkan bangunan apartemen juga sedang naik daun dan memberikan kontribusi. Pasar di luar Jawa sudah tersebar di kota Makassar, Balikpapan, Medan, hingga Bali.

"Proyek untuk bangunan baru lebih banyak dari luar Pulau Jawa sekarang. Sekitar 65% dari Jabodetabek merupakan permintaan untuk renovasi. Sedangkan bangun baru mayoritas untuk kamar apartemen atau berkisar 30%-40% dari permintaan," ujarnya.

Dia menjelaskan selama ini industri konstruksi adalah industri yang sangat konvensional. Satu-satunya cara untuk menemukan pekerja konstruksi profesional adalah melalui omongan dari orang lain. "Dan hal itu tidak menjamin kualitas bangunan yang dihasilkan," katanya.

Dia mengaku melalui Arsitag, mereka ingin membantu para pemilik tanah untuk menemukan pekerja konstruksi profesional untuk membangun rumah impian mereka. Arsitag memiliki fitur smart search yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan filter untuk mencari pekerja profesional yang dibutuhkan.

"Layanan dari kami akan membuat jasa dunia properti dan konstruksi akan semakin profesional karena informasi semakin mudah. Arsiteknya bisa diberi rangking dari poin atau proyek yang sudah diselesaikan. Lalu orang juga bisa melihat profil atau portofolio proyek yang sudah selesai," katanya.

Dia mengatakan keberadaan Arsitag juga akan menguntungkan para pekerja konstruksi profesional. Di sini, mereka dapat menunjukkan gambar dari hasil pekerjaan mereka dan menjalin koneksi. Nantinya, Arsitag berencana untuk mengenalkan fitur data analitik untuk membantu para pekerja konstruksi melakukan marketing.

Kedepannya mereka membuka diri untuk joint venture dengan investor dari perusahaan asing yang ingin masuk ke Indonesia. Menurutnya opsi tersebut sangat mungkin karena pasar Indonesia sangat variatif dan butuh pendekatan tersendiri.

Namun perbaikan fitur juga terus dilakukan seperti fitur list pertanyaan secara online. Hal ini untuk mengurangi kontak dengan via telepon seperti saat ini. "Hingga akhir tahun, kami terus benahi fitur di situs. Bahkan kami belum mengambil profit dari bisnis ini karena kami ingin terus mengembangkan diri," ujarnya.
(ven)
Berita Terkait
Masuki Era Baru, Industri...
Masuki Era Baru, Industri Konstruksi Diprediksi Tumbuh Dinamis di 2024
Sektor Properti dan...
Sektor Properti dan Konstruksi Dongkrak Pertumbuhan Industri Bahan Bangunan
Mengurai Makna Konstruksi...
Mengurai Makna Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia lewat OGRA 2023 Asia
Konsep dan Desain Habiskan...
Konsep dan Desain Habiskan 2 Tahun, Resort Premium di Labuan Bajo Mulai Konstruksi
Material Bata Merah...
Material Bata Merah dan Bata Ringan Perkokoh Konstruksi Bangunan
PUPR Larang Barang Impor,...
PUPR Larang Barang Impor, Peluang Baja Ringan Lokal Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Program Mudik Bersama,...
Program Mudik Bersama, Grup MIND ID Berangkatkan 2.173 Pemudik
18 menit yang lalu
Sektor Ritel Waswas...
Sektor Ritel Waswas Hadapi Rencana Larangan Penjualan Rokok
59 menit yang lalu
Setelah Tembus Pasar...
Setelah Tembus Pasar AS, Krakatau Steel Ekspor Baja Canai Panas ke Eropa
1 jam yang lalu
Wadirut Bulog Buka Suara...
Wadirut Bulog Buka Suara Soal Dugaan Takaran Beras SPHP Disunat
1 jam yang lalu
ASABRI Beri Layanan...
ASABRI Beri Layanan Lebih 1.200 Peserta, Total Nilai Manfaat Capai Rp34 Miliar
1 jam yang lalu
Jajaran Direktur Baru...
Jajaran Direktur Baru Bank Woori Saudara di RUPST 2025
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Paling Sepi...
5 Bandara Paling Sepi di Indonesia, Bandara Purbalingga Mati Suri
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved