IHSG Berakhir Terkapar Usai Cetak Rekor Tertinggi
Rabu, 08 November 2017 - 16:39 WIB
IHSG Berakhir Terkapar Usai Cetak Rekor Tertinggi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%.
IHSG siang tadi melemah ke level 6.036,46 dengan berkurang 23,99 poin atau setara dengan 0,40%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri melemah 9,21 poin setara 0,15% ke level 6.051,24 dan kemarin IHSG berakhir menguat 9,63 poin setara 0,16% ke level 6.060,45.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 0,97% dan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melemah 1,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,36 triliun dengan 10,89 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp702,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,78 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,08 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 210 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik RP100 menjadi Rp8.300, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menguat Rp50 menjadi Rp1.265, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp50 menjadi Rp10.850.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp275 menjadi Rp76.525, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp50 menjadi Rp2.350, dan PT First Media Tbk (KBLV) turun Rp50 menjadi Rp500.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia ditutup mixed (variatif) pada hari ini karena investor sedang mencari kejelasan menyusul penutupan mixed yang dialmi Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin. Investor di wilayah tersebut mencerna data perdagangan campuran dari China dan terus mengawasi agenda kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,1% ke level 22.913,82 sehari setelah indeks benchmark mencapai level tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik tipis 0,27% ke level 2.552,4 setelah perdagangan mendatar di awal sesi hari ini.
Keuntungan pada saham blue chip mengimbangi kerugian di sektor keuangan dan mobil serta saham manufaktur. Saham Samsung Electronics berakhir naik 1,18%, saham SK Hynix naik 0,97% dan Posco ditutup turun 2,31%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 menguat 0,03% ke level 6,016,27. Sektor pertambangan mengurangi kenaikan yang dicapai pada sesi terakhir dan sektor keuangan diperdagangkan lebih tinggi 0,64%.
Commonwealth Bank mengumumkan laba bersih yang tidak diaudit untuk kuartal III naik menjadi 2,8 miliar dolar Australia (USD2,14 miliar). Pendapatan tunai untuk kuartal tersebut naik 6% menjadi 2,65 miliar dolar Australia (USD2,03 miliar). Saham Commonwealth ditutup naik 2,65%, mengungguli saham perbankan lainnya, yang mengalami kenaikan moderat.
Pasar daratan China memberikan kenaikan yang dicapai pada perdagangan sore hari untuk menutup sebagian besar flat pada hari itu. Shanghai Composite naik 0,04% untuk berakhir di level 3.414,91 dan Shenzhen Composite ditutup naik 0,05% ke level 2.013,71.
Data perdagangan Oktober yang dirilis pada hari ini menunjukkan bahwa ekspor China naik 6,9% dari tahun lalu, dibanding perkiraan 7,2% dalam sebuah jajak pendapat Reuters.
Impor naik 17,2% atau di atas perkiraan sebesar 16%. Surplus China dengan AS turun menjadi USD26,2 miliar dari bulan lalu sebesar USD28,08 miliar.
IHSG siang tadi melemah ke level 6.036,46 dengan berkurang 23,99 poin atau setara dengan 0,40%. Sedangkan tadi pagi, pasar saham dalam negeri melemah 9,21 poin setara 0,15% ke level 6.051,24 dan kemarin IHSG berakhir menguat 9,63 poin setara 0,16% ke level 6.060,45.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah aneka industri yang naik 0,97% dan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang melemah 1,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,36 triliun dengan 10,89 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp702,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,78 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,08 triliun. Tercatat 143 saham menguat, 210 saham melemah dan 131 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik RP100 menjadi Rp8.300, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menguat Rp50 menjadi Rp1.265, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp50 menjadi Rp10.850.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp275 menjadi Rp76.525, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp50 menjadi Rp2.350, dan PT First Media Tbk (KBLV) turun Rp50 menjadi Rp500.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia ditutup mixed (variatif) pada hari ini karena investor sedang mencari kejelasan menyusul penutupan mixed yang dialmi Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin. Investor di wilayah tersebut mencerna data perdagangan campuran dari China dan terus mengawasi agenda kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,1% ke level 22.913,82 sehari setelah indeks benchmark mencapai level tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik tipis 0,27% ke level 2.552,4 setelah perdagangan mendatar di awal sesi hari ini.
Keuntungan pada saham blue chip mengimbangi kerugian di sektor keuangan dan mobil serta saham manufaktur. Saham Samsung Electronics berakhir naik 1,18%, saham SK Hynix naik 0,97% dan Posco ditutup turun 2,31%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 menguat 0,03% ke level 6,016,27. Sektor pertambangan mengurangi kenaikan yang dicapai pada sesi terakhir dan sektor keuangan diperdagangkan lebih tinggi 0,64%.
Commonwealth Bank mengumumkan laba bersih yang tidak diaudit untuk kuartal III naik menjadi 2,8 miliar dolar Australia (USD2,14 miliar). Pendapatan tunai untuk kuartal tersebut naik 6% menjadi 2,65 miliar dolar Australia (USD2,03 miliar). Saham Commonwealth ditutup naik 2,65%, mengungguli saham perbankan lainnya, yang mengalami kenaikan moderat.
Pasar daratan China memberikan kenaikan yang dicapai pada perdagangan sore hari untuk menutup sebagian besar flat pada hari itu. Shanghai Composite naik 0,04% untuk berakhir di level 3.414,91 dan Shenzhen Composite ditutup naik 0,05% ke level 2.013,71.
Data perdagangan Oktober yang dirilis pada hari ini menunjukkan bahwa ekspor China naik 6,9% dari tahun lalu, dibanding perkiraan 7,2% dalam sebuah jajak pendapat Reuters.
Impor naik 17,2% atau di atas perkiraan sebesar 16%. Surplus China dengan AS turun menjadi USD26,2 miliar dari bulan lalu sebesar USD28,08 miliar.
(izz)
Lihat Juga :