BKP Kementan Menargetkan Bangun 2.300 Kecamatan Organik

Rabu, 08 November 2017 - 22:04 WIB
BKP Kementan Menargetkan...
BKP Kementan Menargetkan Bangun 2.300 Kecamatan Organik
A A A
BANDUNG BARAT - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menargetkan membangun 2.300 kecamatan organik di seluruh Indonesia. Guna merealisasikan target tersebut, tahun ini sudah ada beberapa kecamatan percontohan yang dikembangkam dan diharapkan bisa terealisasi seluruhnya di 2018.

"Kami di 2018 akan merealisasikan sebanyak 2.300 kecamatan organik kawasan pangan lestari yang tersebar di seluruh pelosok nusantara," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari di Kampung Panyandaan RW 01, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (8/11/2017).

Dia menjelaskan, yang dimaksud dengan kecamatan organik adalah sebuah kawasan pertanian yang bisa menjadi penyuplai nutrisi warganya. Pengolahannya tentu dengan sistem organik seperti pupuk atau pestisidanya dibuat sendiri secara organik. Khususnya di daerah-daerah yang rentan rawan pangan.

Menurutnya, konsep seperti ini sudah diterapkan di beberapa provinsi, bahkan di Jawa Barat pun ada beberapa yang sudah berhasil. Termasuk di Tegal, Yogyakarta, Kediri, dan Jambi. "Konsep ini diambil karena wilayah yang rentan rawan pangan masih tinggi, sekitar 70% dari total 2.300 kecamatan yang akan disasar program ini," ucapnya.

Ketua KWT Bunga Lestari Desriyani, 25, mengatakan, konsep pertanian organik ini sudah dikembangkan di wilayahnya sejak Mei 2015 dan beranggotakan 30 orang. Hasilnya ternyata bermanfaat bagi keluarga karena dapat mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Bahkan kalau hasil panen yang dijual ke pasar maka 20% hasilnya disisihkan untuk uang kas organisasi.

"Ada 25 jenis sayur, 40 jenis tanaman obat keluarga (toga) dan lalapan yang ditanam di sini dan permintaan pasar terhadap komoditas itu cukup tinggi," terangnya.

Camat Cisarua Nani Rida Riani mengaku, sangat siap jika wilayahnya jadi percontohan kecamatan organik. Sebab program ini terbukti berhasil meningkatkan pola pangan harapan (PPH) dari asalnya di angka 80 kini menjadi 84,3. Untuk itu, dirinya sudah menginstruksikan kepala desa untuk menyediakan tanah carik untuk pengembangan, kecamatan organik ini.

"Kami sudah siap untuk menuju kecamatan organik dan saat ini selain di Padaasih, juga ada tiga desa yang jadi percontohan. Yakni Desa Tugumukti, Pasirlangu, dan Cipada," sebutnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Capai Ketahanan Pangan
Diversifikasi Pangan...
Diversifikasi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kebutuhan Pangan Terjamin,...
Kebutuhan Pangan Terjamin, Ini Berkat Pahlawan Pangan
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Maksimalkan Keterlibatan Perempuan
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
7 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
7 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
7 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
7 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
7 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved