Awas, Rupiah Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
Kamis, 09 November 2017 - 08:19 WIB
Awas, Rupiah Berpotensi Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Kembali melemahnya laju USD dapat membuka peluang pelemahan lanjutan jika tidak diikuti dengan sentimen positif yang ada.
Adanya anggapan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh positif, namun diikuti dengan potensi pelemahan membuat kenaikan rupiah sebelumnya tidak dapat bertahan.
"Tetap mewaspadai mulai terapresiasinya USD dan berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran level support Rp13.535/USD dan resisten Rp13.505/USD. Sementara, meski diperdagangan spot, pergerakan USD cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang, namun tidak juga membuat pergerakan rupiah mampu mengalami kenaikan.
Laju USD melemah seiring kekhawatiran akan tidak bisa tercapainya kesepakatan program reformasi perpajakan AS seiring belum adanya kemajuan terkait hal tersebut.
"Kondisi dalam negeri yang dianggap masih ada kerentanan membuat pelaku pasar cenderung menahan diri, sehingga rupiah pun kembali melemah," tuturnya.
Adanya anggapan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh positif, namun diikuti dengan potensi pelemahan membuat kenaikan rupiah sebelumnya tidak dapat bertahan.
"Tetap mewaspadai mulai terapresiasinya USD dan berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran level support Rp13.535/USD dan resisten Rp13.505/USD. Sementara, meski diperdagangan spot, pergerakan USD cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang, namun tidak juga membuat pergerakan rupiah mampu mengalami kenaikan.
Laju USD melemah seiring kekhawatiran akan tidak bisa tercapainya kesepakatan program reformasi perpajakan AS seiring belum adanya kemajuan terkait hal tersebut.
"Kondisi dalam negeri yang dianggap masih ada kerentanan membuat pelaku pasar cenderung menahan diri, sehingga rupiah pun kembali melemah," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :