Waspada, IHSG Diproyeksi Masih Dihantui Aksi Jual Investor
Kamis, 09 November 2017 - 08:30 WIB
Waspada, IHSG Diproyeksi Masih Dihantui Aksi Jual Investor
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dihantui pelemahan dengan aksi jual investor pada range pergerakan pada level 6.020-6.070.
"Pergerakan IHSG yang sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi pull back resistance setelah memasuki area jenuh beli dibeberapa indikator momentum," kata dia di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 0,18% atau 11,07 poin ke level 6.049,38 mengikuti mayoritas indeks saham di Asia setelah bergerak terus optimistis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.
Saham-saham sektor infrastruktur melemah 1,71% dan pertambangan turun 1,30% mengalami aksi profit taking di antaranya saham TRAM, TOWR, TLKM, ZINC, ADRO hingga PTBA setelah impor batu bara China turun pada Oktober 2017 dibanding bulan sebelumnya.
"Tingkat penjualan eceran melambat di level 1,8% dari 2,5% diperiode sebelumnya," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Lanjar, investor asing berbalik mencatatkan aksi jual sebesar Rp818,72 miliar rupiah dengan saham TLKM, UNTR dan ADRO menjadi yang terbanyak mengalami aksi jual investor asing.
"Pergerakan IHSG yang sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi pull back resistance setelah memasuki area jenuh beli dibeberapa indikator momentum," kata dia di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 0,18% atau 11,07 poin ke level 6.049,38 mengikuti mayoritas indeks saham di Asia setelah bergerak terus optimistis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.
Saham-saham sektor infrastruktur melemah 1,71% dan pertambangan turun 1,30% mengalami aksi profit taking di antaranya saham TRAM, TOWR, TLKM, ZINC, ADRO hingga PTBA setelah impor batu bara China turun pada Oktober 2017 dibanding bulan sebelumnya.
"Tingkat penjualan eceran melambat di level 1,8% dari 2,5% diperiode sebelumnya," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Lanjar, investor asing berbalik mencatatkan aksi jual sebesar Rp818,72 miliar rupiah dengan saham TLKM, UNTR dan ADRO menjadi yang terbanyak mengalami aksi jual investor asing.
(izz)
Lihat Juga :