Kemitraan Strategis RI-Korsel Pacu Industrialisasi

Jum'at, 10 November 2017 - 15:48 WIB
Kemitraan Strategis...
Kemitraan Strategis RI-Korsel Pacu Industrialisasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah sepakat membuat payung kerja sama dalam upaya mempercepat pengembangan sektor industri potensial di antara kedua negara.

Langah sinergi yang antara lain meliputi kebijakan industri, peningkatan investasi, dan transfer teknologi diharapkan mampu mendorong perekonomian yang saling menguntungkan. Komitmen bilateral ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Paik Un-gyu.

“Jadi kami menyepakati untuk membentuk kemitraan strategis khusus. Salah satu implementasinya adalah akselerasi industrialisasi di Indonesia,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Menperin menyebutkan, beberapa sektor industri yang dicakup dalam kerja sama tersebut, di antaranya industri logam, permesinan, otomotif, perkapalan, penerbangan, dan elektronik. Selain itu, industri berbasis agro, industri kimia dan tekstil, serta industri kecil dan menengah.

Airlangga mengungkapkan, kemitraan ini akan mendukung aktivitas dan kinerja industri, memperluas investasi di kawasan industri, serta menerapkan inovasi teknologi untuk peningkatan produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Harjanto menambahkan, Indonesia dan Korea Selatan sebelumnya juga telah memiliki kerja sama teknik di bidang industri dan teknologi.

Hal itu dicapai melalui penandatanganan MoU antara Kemenperin dengan Korean Institute of Industrial Technology (KITECH) mengenai pendirian lembaga Korea Indonesia Technology Center (KITC) pada tahun 2006.

Bidang-bidang yang menjadi aktivitas kerja sama tersebut, antara lain metalurgi, tekstil, peralatan industrial, teknologi manufaktur, advanced material, elektronik, dan maritim.

“Kerja sama tersebut dipandang cukup menguntungkan Indonesia khususnya dalam pengembangan teknologi dan industri. Maka kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang MoU kerja sama hingga saat ini,” ungkapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Kemenperin dan Bosch...
Kemenperin dan Bosch Tandai Pembangunan Fasilitas Manufaktur Baru di Bekasi
Kinerja Industri Manufaktur...
Kinerja Industri Manufaktur di Tahun 2024
PMI Manufaktur Ekspansif...
PMI Manufaktur Ekspansif Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri
PPKM Lebih Longgar,...
PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur China Terkontraksi 5 Bulan Beruntun
Berita Terkini
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
44 menit yang lalu
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
46 menit yang lalu
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
1 jam yang lalu
Telkom Akses Dorong...
Telkom Akses Dorong Pemerataan Talenta Digital di Daerah 3T Melalui Program Fiber Academy
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
1 jam yang lalu
Langkah Nyata Pegadaian...
Langkah Nyata Pegadaian dan Universitas Andalas Bangun Masyarakat Tangguh Bencana
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved