IHSG Diperoyeksi Kembali Tertekan, Perhatikan 7 Saham Ini
Kamis, 16 November 2017 - 08:09 WIB
IHSG Diperoyeksi Kembali Tertekan, Perhatikan 7 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mencoba reversal jangka pendek dengan range pergerakan pada level 5.950-6.000.
Menurutnya, secara teknikal IHSG bergerak break out support dan menjauh di bawah level MA20. Momentum bearish sangat terasa jangka pendek pada indikator RSI dan Stochastic yang tertekan hingga pada zona jenuh jual.
"IHSG akan menguji support 5.950 dan MA50 5.936 jika kembali tertekan tidak mampu berbalik di atas MA20," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup terjatuh diakhir sesi perdagangan sebesar 15,98 poin di level 5.972,31 dengan volume di atas rata-rata. Saham sektor pertambangan dan aneka industri memimpin pelemahan.
Produsen batu bara dalam negeri melemah setelah surat Kementerian ESDM menginstruksikan PLN untuk mengkaji power purchase agreement contract (PPAs) di Pulau Jawa. Sehingga saham produsen pemasuk batu bara PLN dan pemilik powerplant terkena dampaknya.
Investor asing tercatat net sell Rp956,38 miliar. Data neraca perdagangan Indonesia dirilis di bawah ekspektasi tercatat defisit USD866 juta pada Oktober, sehingga neraca perdagangan turun ke level USD895 juta dari USD1,76 triliun di periode sebelumnya.
"Penurunan ini diakibatkan bertumbuhnya aktivitas impor jauh di atas ekspektasi 23,33% dari 13,13% di periode sebelumnya," tutur dia.
Lanjar merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk diperhatikan di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Menurutnya, secara teknikal IHSG bergerak break out support dan menjauh di bawah level MA20. Momentum bearish sangat terasa jangka pendek pada indikator RSI dan Stochastic yang tertekan hingga pada zona jenuh jual.
"IHSG akan menguji support 5.950 dan MA50 5.936 jika kembali tertekan tidak mampu berbalik di atas MA20," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup terjatuh diakhir sesi perdagangan sebesar 15,98 poin di level 5.972,31 dengan volume di atas rata-rata. Saham sektor pertambangan dan aneka industri memimpin pelemahan.
Produsen batu bara dalam negeri melemah setelah surat Kementerian ESDM menginstruksikan PLN untuk mengkaji power purchase agreement contract (PPAs) di Pulau Jawa. Sehingga saham produsen pemasuk batu bara PLN dan pemilik powerplant terkena dampaknya.
Investor asing tercatat net sell Rp956,38 miliar. Data neraca perdagangan Indonesia dirilis di bawah ekspektasi tercatat defisit USD866 juta pada Oktober, sehingga neraca perdagangan turun ke level USD895 juta dari USD1,76 triliun di periode sebelumnya.
"Penurunan ini diakibatkan bertumbuhnya aktivitas impor jauh di atas ekspektasi 23,33% dari 13,13% di periode sebelumnya," tutur dia.
Lanjar merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk diperhatikan di antaranya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
(izz)
Lihat Juga :