Fasilitas Bebas Fiskal Dipermudah, Investasi Hulu Migas Akan Cerah

Kamis, 16 November 2017 - 20:06 WIB
Fasilitas Bebas Fiskal...
Fasilitas Bebas Fiskal Dipermudah, Investasi Hulu Migas Akan Cerah
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ditjen Migas Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Indonesia National Single Window (INSW) bersinergi memberikan kemudahan kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengurus perizinan fasilitas bebas fiskal impor barang produksi migas. Cara ini diyakini akan membuat investasi di sektor hulu migas kembali cerah.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan, kemudahan ini akan membuat investor kembali tertarik untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di sektor migas. Sebab, fasilitas ini akan memangkas waktu proses pemberian fasilitas fiskal tersebut.

Jika sebelumnya proses pengurusan izin harus dilakukan secara sendiri-sendiri ke masing-masing instansi. Dengan kerja sama ini maka prosesnya dilakukan secara online dan paperless melalui portal INSW yang nantinya akan terdistribusi ke seluruh instansi terkait. Waktu pengurusan yang tadinya membutuhkan waktu 42 hari mampu terpangkas menjadi 24 atau 42,8% lebih cepat.

"Usaha seperti ini aalah usaha untuk kembali menyegarkan. Industri migas itu bukan industri yang satu dua tahun. Untuk sampai mendaspatkan minyaknya, setidasknya 10 tahun baru dapat minyak. Range kontrak hanya 30 tahun. Syukur-syukur dia bisa diperpanjang. Jadi yang paling penting kita harapkan di awal tahun 2018 kegiatan investasi di hulu migas sudah mulai menarik lagi," kata Ego di Gedung DJBC Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Dia menyebutkan, investasi sektor hulu migas sampai awal Oktober 2017 baru terealisasi USD6,4 miliar dari target yang sekitar USD14 miliar. Masih rendahnya realisasi tersebut, kata Ego, lebih dikarenakan dampak dari pelemahan harga minyak dunia.

Sementara target investasi sektor migas pada 2018 ditetapkan sebesar USD13,5 miliar. "Tahun depan kita harapkan beberapa akan onstream. Target memang USD13,5 miliar di 2018. Klau kita melihat tren harga minyak sudash mulai naik, kita harapkan bisa mendongkrak kegiatan hulu migas kita ke depan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Demi Investasi, Pemerintah...
Demi Investasi, Pemerintah Rela Bagian Harta Karunnya Kian Sedikit
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Berita Terkini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
7 menit yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
40 menit yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
9 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
10 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
11 jam yang lalu
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
11 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved