Menkeu Berharap Siklus Politik Jelang Pemilu Positif bagi Ekonomi

Rabu, 22 November 2017 - 12:16 WIB
Menkeu Berharap Siklus...
Menkeu Berharap Siklus Politik Jelang Pemilu Positif bagi Ekonomi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa tahun depan hingga 2019, Indonesia akan memasuki tahun politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Siklus politik tersebut diharapkan tidak berpengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia dan menjadi pesimistis.

Menurutnya, pada tahun depan ada 171 pemerintah daerah (Pemda) yang melakukan Pilkada. Pesta demokrasi tersebut turut dilaksanakan di daerah-daerah yang selama ini jadi mesin perekonomian Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

"Tahun depan 171 Pemda akan lakukan pilkada, dan itu juga daerah yang jadi mesin perekonomian Indonesia yaitu Jabar, Jatim, Jateng, Bali yang jadi pusat perhatian. Kita berharap siklus politik ini tidak membuat kita pesimis, tapi lebih berpikir dari sisi positif side. Apalagi Indonesia sudah berkali-kali melalui siklus politik," katanya dalam Seminar Nasional Political Economy Outlook 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Selain siklus politik, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, faktor domestik yang menjadi perhatian pemerintah dan akan berdampak tehadap ekonomi Indonesia adalah fenomena teknologi dan dominasi kelompok generasi muda di Indonesia. Di mana, generasi Y dan Z akan menjadi penggerak dan menentukan arah politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia.

"Karena mereka technology savy. Jadi, mereka banyak sekali melakukan ekspresi dari politik, ekonomi dan sosial. Disrupsi ini termasuk kalau kita mau bicara mengenai arah kebijakan, karena mereka bisa menentukan mood," tutur dia.

Sri Mulyani menambahkan, persepsi mengenai daya beli juga menjadi perhatian pemerintah. Apalagi, pertumbuhan konsumsi pada kuartal III/2017 hanya tumbuh sekitar 4,93%.

"Pertumbuhan konsumsi 4,93% memang perlu diwaspadai, namun tidak jadi hal mengkhawatirkan berlebihan. Karena banyak debate apa ini pergeseran Lebaran atau perpindahan ke online yang belum tercapture," imbunya.

Baca Juga:
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Kuartal III Meningkat ke 5,06%
Sri Mulyani Waspadai Dampak Ekonomi dari Ketegangan AS-Korut
)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hitung-hitungan Sri...
Hitung-hitungan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 1,7%
Geber Vaksinasi, Sri...
Geber Vaksinasi, Sri Mulyani Pede Ekonomi Meroket 5,3%
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Dipangkas, Menkeu: Lebih Baik dari Malaysia
Nilai Ekonomi Digital...
Nilai Ekonomi Digital RI Ditargetkan Capai Rp1.831 Triliun di 2025
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Terus Menunjukkan Resiliensi
Sri Mulyani Wanti-wanti...
Sri Mulyani Wanti-wanti Kinerja Impresif Ekonomi RI Dihantui Pelemahan Global
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
11 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
23 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved