Gubernur Bengkulu Minta BUMN Kembangkan Pelabuhan dan Bandara

Rabu, 22 November 2017 - 17:34 WIB
Gubernur Bengkulu Minta...
Gubernur Bengkulu Minta BUMN Kembangkan Pelabuhan dan Bandara
A A A
BENGKULU - Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berharap perusahaan BUMN membangun Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Fatmawati Soekarno, agar meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Fatmawati Soekarno merupakan pintu gerbang penjualan berbagai komoditas Provinsi Bengkulu.

"Kami memiliki komoditas batu bara, kopi, sawit, dan karet, dengan kualitas terbaik. Namun, distribusi ke pasar masih melalui daerah lain, seperti Palembang (Sumatera Selatan) dan Padang (Sumatera Barat)," kata Rohidin saat Rapat Koordinasi (Rakor) BUMN bertema BUMN Hadir di Bumi Rafflesia, Grage Hotel, Kota Bengkulu, Rabu (22/11/2017).

Dia menjelaskan, produk CPO Bengkulu mencapai 1 juta ton per tahun, namun untuk penjualannya melalui Palembang. Sehingga menimbulkan selisih harga penjualan sekitar Rp350 per kilogram (kg). Begitu juga dengan kopi yang keluar melalui Padang sehingga ada selisih harga antara Rp2.000 atau Rp2.500 per kg.

"Jika pelabuhan dan bandara di Bengkulu dikembangkan menjadi lebih baik, tentu ini tidak perlu selisih harga untuk penjualan komoditas. Sebaliknya, selisih harga itu bisa menjadi keuntungan bagi petani," imbuhnya.

Pihaknya berharap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mau membantu ikut mengembangkan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional. Begitu juga dengan Pelabuhan Pulau Baai.

"Dari seluruh provinsi di pulau Sumatera, hanya Bengkulu yang belum punya bandara internasional. Saya berharap Kementerian BUMN melalui Angkasa Pura bisa membantu. Begitu juga dengan Pelindo II untuk pengembangan Pelabuhan Pulau Baai," pungkasnya.

Rakor BUMN dihadiri 118 Direktur BUMN berlangsung selama dua hari di Kota Bengkulu. Pada kesempatan ini Menteri BUMN Rini M Soemarno memberikan penghargaan kepada sejumlah BUMN yang dinilai berprestasi.

Kategori transformasi yaitu PLN, sinergi dalam financial inclusion yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Kategori pemberdayaan ekonomi kerakyatan yaitu PNM, kategori inovasi jasa keuangan, yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PLN.

Kemudian, kategori turnaround company yaitu PT Nindya Karya dan Jakarta Lyod, kategori leaf frog company yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Angkasa Pura II, dan PT PP Tbk (PTPP). Lalu, Branding & Marketing yaitu PT Asuransi Jiwasraya, dan kategori digital, globalization & sinergy yaitu PT Telekomunikasi Tbk (Telkom).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved