Fed Rate Bisa Pengaruhi Pasar Saham Asia dan IHSG
Kamis, 23 November 2017 - 12:16 WIB
Fed Rate Bisa Pengaruhi Pasar Saham Asia dan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Chief Investment Officer AIA Novi Imelda mengatakan, suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Fed rate menjadi sentimen yang selalu menarik perhatian investor, karena bisa memengaruhi pasar saham Asia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Novi menjelaskan, naiknya Fed rate dapat menimbulkan gejolak di beberapa negara dengan berupa keluarnya dana asing menuju ke Amerika Serikat.
"Fed rate selalu jadi momok, pikiran naik atau enggak dan akan terjadi capital outflow ke Amerika Serikat. Apa yang dilakukan The Fed selalu dicermati dan siapa yang jadi Gubernur The Fed menjadi topik tersendiri," ujarnya dalam acara Investor Forum 2017 dengan tema 'Indonesia Investment Outlook in 2018' di Jakarta, Kamis (23/11/2017).
Dia menuturkan, meski Fed rate nantinya jadi naik, pun secara keseluruhan tidak berdampak banyak ke mayoritas negara di dunia, khususnya Asia. "Sebenarnya yang terjadi meski naik dampak ke pasar saham global dan asia bagaimana? Bahkan naik, equity market out perform di global dan Asia," katanya.
Untuk Indonesia, Novi menambahkan, trennya justru IHSG memberikan return yang tertinggi sejak 2005. "Market dari 2005 sampai sekarang out perform, Indonesia paling tinggi yang paling banyak miliki return positif dari yang lain. Ada juga China dan Amerika Serikat juga alami return tinggi bahkan Amerika di periode itu sempat naik signifikan padahal krisis di Amerika Serikat (2008)," pungkasnya.
Novi menjelaskan, naiknya Fed rate dapat menimbulkan gejolak di beberapa negara dengan berupa keluarnya dana asing menuju ke Amerika Serikat.
"Fed rate selalu jadi momok, pikiran naik atau enggak dan akan terjadi capital outflow ke Amerika Serikat. Apa yang dilakukan The Fed selalu dicermati dan siapa yang jadi Gubernur The Fed menjadi topik tersendiri," ujarnya dalam acara Investor Forum 2017 dengan tema 'Indonesia Investment Outlook in 2018' di Jakarta, Kamis (23/11/2017).
Dia menuturkan, meski Fed rate nantinya jadi naik, pun secara keseluruhan tidak berdampak banyak ke mayoritas negara di dunia, khususnya Asia. "Sebenarnya yang terjadi meski naik dampak ke pasar saham global dan asia bagaimana? Bahkan naik, equity market out perform di global dan Asia," katanya.
Untuk Indonesia, Novi menambahkan, trennya justru IHSG memberikan return yang tertinggi sejak 2005. "Market dari 2005 sampai sekarang out perform, Indonesia paling tinggi yang paling banyak miliki return positif dari yang lain. Ada juga China dan Amerika Serikat juga alami return tinggi bahkan Amerika di periode itu sempat naik signifikan padahal krisis di Amerika Serikat (2008)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :