Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Jum'at, 24 November 2017 - 03:11 WIB
Kemenperin Perdalam...
Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional
A A A
CIKARANG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Pemerintah telah menyediakan beberapa insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada Peresmian Pabrik Produksi Sediaan Steril PT. Ethica Industri Farmasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat seperti dilansir situs resmi Kemenperin.

Dengan fasilitas pengurangan pajak tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku industri farmasi yang akan mengembangkan pabrik bahan baku farmasi di Indonesia. Selanjutnya, guna memacu daya saing, Kemenperin sedang fokus melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Dalam hal ini, Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Ethica Industri Farmasi yang membangun pabrik barunya untuk memproduksi obat injeksi steril. Di samping itu, diharapkan dapat ikut serta dalam program vokasi industri dengan membina beberapa Sekolah Menengah Kejuruan di sekitar wilayahnya.

Untuk membangun pabrik di atas lahan seluas 4,3 hektare di Kawasan Industri Jababeka ini, perusahaan menanamkan investasi sebesar Rp1 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 230 orang. Produk obat injeksi yang dihasilkan dalam bentuk ampul maupun vial dengan proses produksinya menggunakan teknologi aseptik dan sterilisasi akhir.

PT. Ethica Industri Farmasi merupakan perusahaan patungan antara Fresenius Kabi AG dengan SOHO Global Health, yang berupaya merealisasikan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi obat injeksi utama bagi pasar Asia, Australia, dan kedepannya ke berbagai pasar potensial di dunia.

Fresenius Kabi Board Member and President Region Asia, Gerrit Steen menyampaikan, pihaknya akan menyediakan akses kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dengan beragam pilihan obat injeksi bagi penyakit kritis dan kronis. “Pabrik ini dilengkapi dengan teknologi farmasi terkini,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Ethica Industri Farmasi, Indrawati Taurus mengatakan, perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai upaya penyediaan produk kesehatan yang berkualitas global dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan ini sudah menyediakan 20 jenis produk obat injeksi, di antaranya digunakan untuk perawatan ginekologi, anestesi, dan perawatan pasien kritis yang saat ini telah beredar di Indonesia.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menjelaskan, saat ini terdapat 230 industri farmasi yang berperan aktif dalam upaya pemenuhan ketersediaan obat di dalam negeri. “Program JKN dimulai sejak tahun 2014, dan ditargetkan pada 2019 sudah harus mencapai universal health coverage. Saat ini peserta program JKN mencapai 183 juta. Dengan adanya JKN, terlihat peningkatan penjualan obat melalui e-katalog, terutama untuk obat generik,” paparnya.

Kemenperin mencatat, industri farmasi Indonesia mampu menyediakan 70% dari kebutuhan obat dalam negeri.Sedangkan, nilai pasar produk farmasi ke ASEAN mencapai USD4,7 miliar atau setara dengan 27 persen dari total pasar farmasi di ASEAN. Ini menjadi peluang cukup besar bagi industri farmasi dalam negeri untuk lebih mendominasi pasar domestik atau ekspor.

Pemerintah akan mendorong pengembangan sektor industri farmasi, herbal, dan kosmetika karena Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang mampu mendukung proses produksinya. Terlebih lagi, Indonesia akan berkerja sama dengan Singapura dalam penetapan standar dan keamanan pengan termasuk juga produk herbal agar bisa lebih berdaya saing di tingkat global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Dorong Kemandirian...
Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Farmasi di Tengah Pandemi
Kunci Kemandirian Industri...
Kunci Kemandirian Industri Farmasi, Penghitungan Kandungan Dalam Negeri Diubah
90% Kebutuhan Obat Nasional...
90% Kebutuhan Obat Nasional Mampu Dipenuhi Industri Farmasi Dalam Negeri
Pertajam Taji Industri...
Pertajam Taji Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
Membangun Kemandirian...
Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
4 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
5 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
7 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
7 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved