Cuaca Ekstrem, Petani Cabai Gagal Panen dan Merugi

Sabtu, 09 Desember 2017 - 23:14 WIB
Cuaca Ekstrem, Petani...
Cuaca Ekstrem, Petani Cabai Gagal Panen dan Merugi
A A A
LAMPUNG TIMUR - Cuaca ekstrem disertai hujan dan angin berdampak pada tanaman cabai dan sayuran di Lampung Timur. Puluhan hektare (ha) tanaman cabai di daerah ini dipastikan gagal panen karena terserang penyakit kutu daun dan busuk buah.

Sementara, harga cabai di pasaran saat ini terus melonjak hingga tembus Rp50.000 per kilogram (kg). Para petani sayuran dan cabai di kawasan Bandar Sribhawono, Lampung Timur mengeluhkan kondisi cuaca ekstrem tak kunjung reda, sebab cuaca ekstrem disertai hujan angin berdampak pada tanaman sayuran dan cabai.

Tanaman cabai usia tiga bulan seharusnya sudah memasuki masa panen, namun kini dipastikan rusak. Pertumbuhan tanaman cabai tidak normal, pohon serta daunnya terserang virus kutu daun.

Sebagian besar tanaman cabai akhirnya tidak berbuah dan dipastikan pada musim ini, para petani cabai gagal panen.

Suryono dan Darmadi, petani cabai di Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono mengatakan, dampak cuaca buruk ini merusak tanaman sayuran seperti tomat, terong, dan cabai.

"Tanaman cabai usia tiga bulan seharusnya sudah berbuah dan memasuki masa panen kini kondisinya rusak," katanya di Lampung, Sabtu (9/12/2017).

Tanaman cabai terlihat kerdil dan daunnya keriting akibat terserang virus kutu daun. Jika tanaman cabai bisa tumbuh normal pada usia tiga bulan, biasanya sudah panen tiga sampai lima kali dalam sepekan.

Dengan kondisi saat ini dipastikan para petani cabai merugi puluahan juta rupaih. Sebab, modal tanam tidak kembali karena tanaman cabai gagal panen. Di mana untuk seperemapt ha tanaman cabai dibutuhkan modal hingga Rp30 juta.

Kini harga cabai ditingkat petani mencapai Rp35.000 per kg karena hasil panen tidak maksimal. Sementara, harga ditingkat pasaran kini terus molonjak hingga tembus Rp50.000 per kg.

Cuaca buruk disertai gelombang laut tinggi juga berdampak pasokan sayuran dari pulau Jawa ke Sumatera tersendat. Akibatnya, hampir semua harga kebutuhan pokok dan sayuran menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 mengalami kenaikan harga.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Cabai Rawit di...
Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram
Harga Cabai Mahal, Emak-emak...
Harga Cabai Mahal, Emak-emak Diminta Konsumsi Cabai Olahan dan Tanam Sendiri
Waduh! Terungkap Harga...
Waduh! Terungkap Harga Cabai Mahal karena Kena Penyakit
Harga Cabai Rawit Bikin...
Harga Cabai Rawit Bikin Pedagang Cemas Pembeli Jadi Irit
Drama Cabai Rawit Merah:...
Drama Cabai Rawit Merah: Sudah Harga Meroket, Stok Sulit Didapat Pula
Usai Tahun Baru, Harga...
Usai Tahun Baru, Harga Cabai Merah di Batubara Tak Lagi Menyengat
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved