IHSG Ditutup Berhasil Menghijau meski Bursa Saham Asia Loyo
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:43 WIB
IHSG Ditutup Berhasil Menghijau meski Bursa Saham Asia Loyo
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup berhasil bertahan di zona hijau alias menguat meski bursa saham Asia ditutup melemah tipis. IHSG ditutup ke level 6.032,37 dengan naik 5,74 poin setara dengan 0,10% di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Di sisi lain, IHSG siang tadi masih menguat, meski semakin menipis dengan naik hanya 0,83 poin setara 0,01% ke level 6.027,46 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 11,44 poin atau setara 0,19% ke posisi 6.038,07. Akhir pekan kemarin IHSG ditutup ke level 6.026,63 dengan melemah 4,33 poin setara dengan 0,07%.
Meski IHSG menguat, sektor saham dalam negeri sore ini variatif dengan sektor pertambangan dan industri dasar menguat tertinggi, masing-masing naik 2,20% dan 1,75%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang anjlok 2,14%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,65 triliun dengan 9,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp666,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,40 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,74 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 206 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Timah Nusantara Indonesia Tbk (NIKL) naik Rp620 menjadi Rp3.520, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp170 menjadi Rp3.070, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp80 menjadi Rp2.410.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun Rp240 menjadi Rp2.340, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp200 mmenjadi Rp8.200, dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) melemah Rp50 menjadi Rp1.720.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (12/12/2017), bursa saham Asia ditutup sedikit melemah menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed).
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,32% atau 72,56 poin ke level 22.866,17 setelah melayang mendekati garis datar di awal hari. Kenaikan terlihat pada sektor perdagangan rumah dan keuangan, karena produsen mobil dan saham teknologi diperdagangkan mixed.
Saham yang terkait dengan energi juga mengalami kenaikan yang signifikan, dengan saham Inpex ditutup menguat 3,51%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun tipis 0,42% berakhir ke level 2.461. Beberapa saham teknologi kelas berat meningkat, namun keuntungan tersebut diimbangi kerugian yang terlihat pada pengecer dan saham terkait energi. Saham Samsung Electronics ditutup naik 0,62% dan Lotte Shopping turun 3,41%.
Saham Kumho Tire melonjak 7,57% menyusul berita tentang pengambilalihan potensial, kata Reuters, mengutip surat kabar lokal Hankyong.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 melemah 0,25% ditutup ke level 6.013,2, dengan sektor energi naik 1,26% menyusul kenaikan harga minyak. Saham Santos naik 0,99%, saham Oil Search naik 1,1%, dan saham Woodside naik 1,7% pada akhir sesi perdagangan.
Saham ANZ ditutup naik 1,12%, mengungguli saham perusahaan keuangan Australia lainnya, menyusul berita bahwa bank tersebut akan menjual bisnis asuransi jiwa ke Zurich Financial Services Australia. ANZ mengatakan bahwa penjualan tersebut akan mencapai 2,85 miliar dolar Australia (USD2,15 miliar).
Di daratan China, Shanghai Composite turun 1,24% menjadi 3.281,01 dan Shenzhen Composite kehilangan 0,97% menjadi 1.901,09. Indeks blue-chip CSI 300 ditutup turun 1,32%.
Di sisi lain, IHSG siang tadi masih menguat, meski semakin menipis dengan naik hanya 0,83 poin setara 0,01% ke level 6.027,46 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 11,44 poin atau setara 0,19% ke posisi 6.038,07. Akhir pekan kemarin IHSG ditutup ke level 6.026,63 dengan melemah 4,33 poin setara dengan 0,07%.
Meski IHSG menguat, sektor saham dalam negeri sore ini variatif dengan sektor pertambangan dan industri dasar menguat tertinggi, masing-masing naik 2,20% dan 1,75%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang anjlok 2,14%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,65 triliun dengan 9,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp666,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,40 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,74 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 206 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Timah Nusantara Indonesia Tbk (NIKL) naik Rp620 menjadi Rp3.520, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp170 menjadi Rp3.070, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp80 menjadi Rp2.410.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun Rp240 menjadi Rp2.340, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp200 mmenjadi Rp8.200, dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) melemah Rp50 menjadi Rp1.720.
Seperti dilansir CNBC, Selasa (12/12/2017), bursa saham Asia ditutup sedikit melemah menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed).
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,32% atau 72,56 poin ke level 22.866,17 setelah melayang mendekati garis datar di awal hari. Kenaikan terlihat pada sektor perdagangan rumah dan keuangan, karena produsen mobil dan saham teknologi diperdagangkan mixed.
Saham yang terkait dengan energi juga mengalami kenaikan yang signifikan, dengan saham Inpex ditutup menguat 3,51%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun tipis 0,42% berakhir ke level 2.461. Beberapa saham teknologi kelas berat meningkat, namun keuntungan tersebut diimbangi kerugian yang terlihat pada pengecer dan saham terkait energi. Saham Samsung Electronics ditutup naik 0,62% dan Lotte Shopping turun 3,41%.
Saham Kumho Tire melonjak 7,57% menyusul berita tentang pengambilalihan potensial, kata Reuters, mengutip surat kabar lokal Hankyong.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 melemah 0,25% ditutup ke level 6.013,2, dengan sektor energi naik 1,26% menyusul kenaikan harga minyak. Saham Santos naik 0,99%, saham Oil Search naik 1,1%, dan saham Woodside naik 1,7% pada akhir sesi perdagangan.
Saham ANZ ditutup naik 1,12%, mengungguli saham perusahaan keuangan Australia lainnya, menyusul berita bahwa bank tersebut akan menjual bisnis asuransi jiwa ke Zurich Financial Services Australia. ANZ mengatakan bahwa penjualan tersebut akan mencapai 2,85 miliar dolar Australia (USD2,15 miliar).
Di daratan China, Shanghai Composite turun 1,24% menjadi 3.281,01 dan Shenzhen Composite kehilangan 0,97% menjadi 1.901,09. Indeks blue-chip CSI 300 ditutup turun 1,32%.
(izz)
Lihat Juga :