Perkuat Destinasi Wisata lewat Kompetisi Kota Sehat

Jum'at, 15 Desember 2017 - 20:02 WIB
Perkuat Destinasi Wisata...
Perkuat Destinasi Wisata lewat Kompetisi Kota Sehat
A A A
JAKARTA - Destinasi wisata Indonesia terus dibenahi, kali ini lewat health and hygiene yang diusung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kota/kabupaten dipacu untuk membenahi kota mereka via kompetisi kota sehat Swasti Saba Wistara, nantinya yang terbaik akan diberikan penghargaan kota sehat Kemenkes pada 28 Desember 2017.

Penghargaan ini merupakan penghargaan terbaik kota sehat dengan kualifikasi penilaian tertinggi di delapan tatanan. Delapan tatanan itu, adalah lingkungan pendidikan sehat, parawisata sehat, perhubungan sehat, kehidupan sosial masyarakat, perkantoran, pangan, hutan, dan pertambangan sehat.

Nantinya, penghargaan ini akan diberikan Kemenkes kepada 20 kota/kabupaten sudah terverifikasi. Dan semuanya, akan dipantau dan dinilai secara ketat oleh Tim Verifikasi Kota/kabupaten Sehat Nasional yang terdiri dari Trisno Subarkah, Eko Budi Yunihasto, Retno Juli Siswantari, Dewi Minarni, Revi Rinda Nugraini, Widayanti Bandia, Yodi Mulyadi, dan Santi Laria.

Tercatat jumlah Kota atau Kabupaten yang mengikuti verifikasi pada tahun ini meningkat. Dari paparan Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat dari Kemenkes, Trisno Subarkah, pada 2015 lalu, jumlah Kabupaten/Kota yang mengikuti verifikasi sebagai Kota Sehat berjumlah 140. Sedangkan tahun ini, meningkat menjadi 173 Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Mudah-mudahan setelah diverifikasi dan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara, kota/kabupaten tersebut bisa mempertahankan. Dan yang lainnya berusaha untuk mendapatkan penghargaan itu juga,” ujar Trisno.

Kabupaten/Kota Sehat yang masuk nominasi kategori Swastisaba Wistara yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan), Provinsi Jawa Barat (Kota Cimahi, Kabupaten Cirebon, Kota Sukabumi), Provinsi Jawa Timur (Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Tulungagung, Kota Malang, Kota Probolinggo).

Selanjutnya ada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta), Provinsi Jawa Tengah (Kota Salatiga), Provinsi Kalimantan Selatan (Kota Banjar Baru) hingga Provinsi Kalimantan Timur (Kota Bontang). Kemudian Provinsi Sumatera Barat (Kota Padang Panjang, Kota Padang, Kota Payakumbuh), Provinsi Bali (Kabupaten Badung), Provinsi Sulawesi Utara (Kota Bitung, Kota Manado), dan Provinsi Sulawesi Selatan (Kota Makassar).

“Arahnya ke perbaikan health and hygiene. Kita masih sering melihat sampah yang berserakan di mana-mana, gunung, pantai, candi dan sebagainya. Saya berharap, kebiasaan buruk masyarakat kita ini berubah,” tutur Trisno.

Impact langsungnya, terang dia destinasi wisata akan makin bersih, sehat serta nyaman untuk dikunjungi wisatawan. "Pemda yang serius mewujudkan kebersihan daerahnya, otomatis destinasi wisata yang ada di dalamnya pasti turut dibersihkan. Ke depan tak boleh lagi ada sampah. Image sampah plastik kita terburuk kedua di dunia harus hilang," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga setuju dengan statemen Trisno. Unsur health & hygiene, menurutnya harus terus diperkuat. Indonesia tidak boleh cepat puas dengan rangking 108 health & hygiene The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017. Angka itu dinilai masih ada di level merah meskipun capaiannya sudah naik dari rangking 136.

“Kompetisi kota sehat Swasti Saba Wistara ini terobosan yang bagus. Semua lini bekerja dengan sistem menyeluruh di semua level dan konsisten dengan ritme yang tinggi. Kalau semuanya care dengan health and hygiene, saya yakin di TTCI ranking kebersihan Indonesia bisa lebih bagus lagi. Saya ingatkan kembali agar masing-masing destinasi bisa selalu menjaga health and hygiene, agar bisa menarik wisman lebih banyak lagi,” ujar Menpar Arief Yahya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Prokes Ketat di...
Hasil Prokes Ketat di Sektor Pariwisata Menerapkan 4K, Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian
Wisata Bali Baru Bisa...
Wisata Bali Baru Bisa Dinikmati Wisatawan Domestik, Ayo Jaga Protokol Kesehatan
Disiplin Terapkan Protokol...
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Akan Bangun Citra Positif Wisata
Pariwisata Bisa Menggerakkan...
Pariwisata Bisa Menggerakkan Kembali Ekonomi Masyarakat
Reaktivasi Pariwisata...
Reaktivasi Pariwisata Bali Butuh Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Pariwisata Mau Bangkit...
Pariwisata Mau Bangkit Lagi? Terapkan Protokol Kesehatan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved