Toko Ritel Diramal Makin Banyak Berguguran Tahun Depan

Rabu, 20 Desember 2017 - 10:10 WIB
Toko Ritel Diramal Makin...
Toko Ritel Diramal Makin Banyak Berguguran Tahun Depan
A A A
BANDUNG - Sejumlah peritel, terutama toko fashion tahun depan diperkirakan akan semakin banyak yang berguguran seiring semakin dikenalnya belanja online.

Chief Sharing Vision Dimitri Mahayana memprediksi, tahun depan jumlah ritel fashion yang berguguran di Indonesia akan semakin banyak seiring semakin tingginya penetrasi e-commerce.

"Ekonomi dan daya beli masyarakat tidak turun, tapi (cara belanjanya) bergeser ke online. Ini terkonfirmasi dari hasil survey terbaru Sharing Vision pada Oktober-November tahun ini terhadap 808 responden yang pernah berbelanja online. Survei dilakukan di sejumlah kota besar," kata dia di Bandung, Rabu (20/12/2017).

Hasil survey Lembaga Riset Telematika Sharing Vision menunjukkan, penurunan daya beli masyarakat bukanlah penyebab bergugurannya ritel di Indonesia. Seperti halnya tren global, pelemahan ritel, khususnya yang bergerak di sektor fashion, melainkan disebabkan adanya pergeseran gaya hidup, dari belanja konvensional menuju digital.

Menurut dia, pergeseran pola belanja masyarakat dari konvensional ke digital (online) bervariasi untuk setiap kategori produk, mulai dari 3% sampai 60%. Untuk tiket pesawat, kereta api, dan sarana transportasi lain, menurut Dimitri, pergeserannya sudah mencapai 80%-90%.

Disusul pergeseran transaksi pulsa dan token prabayar ke online sebesar 60%, makanan dan minuman mencapai 33%, buku, hobi, dan koleksi mencapai 32%, kosmetik dan alat kecantikan sebesar 24%, handphone sebesar 16%, laptop mencapai 12, alat elektronik sebesar 5%, serta groceries 3%. Sementara untuk produk fashion dan mode, pergeserannya sebesar 22%.

"Hasil survei menunjukkan, nominal transaksi per kategori yang mereka lakukan dalam tiga bulan terakhir di toko online dan yang biasa mereka habiskan sebelumnya di toko offline mirip. Berarti ada transaksi yang hilang di toko offline. Tidak heran jika tutuplah beberapa toko fisik," tuturnya.

Pihaknya memastikan, ke depan tren pergeseran tersebut akan semakin besar. Dengan kondisi tersebut, tahun depan iklim usaha konvensional yang tidak mengadopsi online akan semakim berat. Ritel di sektor fashion dipastikan akan semakin banyak yang tutup, mengingat saat ini pergeseran transaksinya sudah mencapai 22%.

"Khusus untuk supermarket dan minimarket, masih akan bertahan. Itu karena tren pergeseran transaksi groceries masih rendah, baru 3%," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja Online atau...
Belanja Online atau Offline? Super Dept Store Ini Tawarkan Fleksibilitas Berbelanja
Kolaborasi MPPA dan...
Kolaborasi MPPA dan GrabMart Hadirkan Pengalaman Belanja Baru di Tengah Covid
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Makeover Massal, 7-Eleven...
Makeover Massal, 7-Eleven Resmi Tutup 600 Toko Tahun Ini
Digempur E-Commerce,...
Digempur E-Commerce, Ritel Konvensional Diyakini Tetap Prospektif
Watsons 8.8 Shopathon...
Watsons 8.8 Shopathon Shopping Marathon Kembali Digelar
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved