Sri Mulyani Pasrah Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 5,05%

Rabu, 20 Desember 2017 - 15:34 WIB
Sri Mulyani Pasrah Pertumbuhan...
Sri Mulyani Pasrah Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 5,05%
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan di bawah target di Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 yang sebesar 5,2%. Pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di angka 5,05%.

Dia mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2017 harus mendekati 5,15% hingga 5,17%. Padahal, pada kuartal I dan kuartal II/2017 ekonomi hanya tumbuh 5,01% dan pada kuartal III/2017 hanya tumbuh 5,06%.

"Sampai akhir tahun kita perkirakan keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2017 akan mencapai 5,05%. Artinya, kuartal ke IV mungkin lebih tinggi, dengan demikian akan mendekati 5,1%. Meskipun sekarang dengan akurasi 2 digit," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Sementara untuk inflasi, sambung dia, pada November 2017 berada di angka 3,3%. Diperkirakan, pada tahun ini masih ada dalam target yang dicanangkan di APBNP 2017 sebesar 4,3%. Untuk tingkat suku bunga SPN 3 bulan, realisasi hingga 15 Desember 2017 sebesar 5%, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sebesar RP13.377 per USD atau lebih rendah dari target di APBNP 2017 yang sebesar RP13.400 per USD.

Sedangkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sampai 15 Desember ada di angka USD50,3 per barel. Realisasi ini lebih tinggi dari harga asumsi di APBNP 2017 yang sebesar USD48 per barel.

"Lifting minyak hingga 15 Desember posisinya 796,9 ribu barel per hari lebih rendah dari asumsi APBN 2017. Sedangkan lifting migas realisasi mencapai 1.126,6 ribu setara minyak per hari, lebih rendah dari asumsi makro ekonomi di APBNP 2017," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Bisa Melesat 5,7%
Wakil Menteri Keuangan...
Wakil Menteri Keuangan Beberkan Alasan Ekonomi RI Bisa Meroket 7,07%
Ekonomi Digital RI Bisa...
Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD65 Miliar di 2022
Ini Proyeksi Terkini...
Ini Proyeksi Terkini Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 dari Berbagai Lembaga
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Hadapi Kejatuhan Ekonomi RI di Kuartal II/2020
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved