Wall Street Berakhir Tergelincir Menuju Libur Panjang
Sabtu, 23 Desember 2017 - 09:40 WIB
Wall Street Berakhir Tergelincir Menuju Libur Panjang
A
A
A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Jumat kemarin waktu setempat berakhir tergelincir, dalam volume perdagangan yang rendah sebelum akhir pekan liburan. Beberapa saham lebih rendah seperti di antaranya sektor teknologi, sedangkan lainnya termasuk Nike.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/12) tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 28,23 poin atau setara dengan 0,11% ke level 24.754,06. Selanjutnya indeks S & P 500. SPX kehilangan 1,23 poin atau 0,05% menjadi 2.683,34 dan komposit Nasdaq. IXIC merosot mencapai 5,40 poin atau 0,08% di posisi 6.959,96.
Saham yang melemah di antaranya Nike Inc (NKE. N) jatuh 2,3% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartalan bakal tergerus mencerminkan perjuangan perusahaan dalam meraih pasar Amerika Utara. Selain itu saham UnitedHealth Group Inc (UNH. N) juga turun 0,8% setelah jaminan kesehatan ini sepakat untuk membeli perusahaan kesehatan Chili Banmedica SA BAN. SN senilai USD2,8 miliar.
Investor terlihat masih naik turun sebelum Hari Natal pada awal pekan, hingga perdagangan ditutup. "Sudah seminggu yang kuat. Kemungkinan pasar akan sedikit turun, ketika belum menunjukkan tren besar. Hal ini ketika tidak banyak transaksi yang terjadi," ujar Kepala Investasi Janney Montgomery Scott Mark Luschini.
Meski begitu indeks utama Wall Street masih berada dalam trek untuk mengakhiri kinerja mingguan lebih tinggi, hal ini didukung oleh perbaikan sistem perpajakan. Sepanjang pekan ini Dow Jones telah meningkat mencapai sebesar 0,42% dan indeks S & P naik 0,29% ketika komposit Nasdaq bertambah 0,34%.
Data pada hari Jumat menunjukkan pengeluaran konsumen AS naik pada bulan November dan pengiriman juga meningkat selama 10 bulan beruntun, mengkonfirmasi momentum penguatan ekonomi. Indeks patokan S & P telah naik sekitar 20% tahun ini dan di jalur untuk mencetak performa terbaik sejak 2013 seiring pendapatan perusahaan yang solid serta perbaikan fundamental ekonomi.
Sentimen selanjutnya datang dari rencana pemotongan pajak untuk meningkatkan performa perusahaan dan harapan peraturan akan dilonggarkan. Real estate. SPLRCR memimpin keuntungan S & P 500 dengan kenaikan 0,7%. Volume perdagangan pasar saham AS mencapai 4,81 miliar saham, atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,98 miliar untuk 20 sesi.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/12) tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 28,23 poin atau setara dengan 0,11% ke level 24.754,06. Selanjutnya indeks S & P 500. SPX kehilangan 1,23 poin atau 0,05% menjadi 2.683,34 dan komposit Nasdaq. IXIC merosot mencapai 5,40 poin atau 0,08% di posisi 6.959,96.
Saham yang melemah di antaranya Nike Inc (NKE. N) jatuh 2,3% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartalan bakal tergerus mencerminkan perjuangan perusahaan dalam meraih pasar Amerika Utara. Selain itu saham UnitedHealth Group Inc (UNH. N) juga turun 0,8% setelah jaminan kesehatan ini sepakat untuk membeli perusahaan kesehatan Chili Banmedica SA BAN. SN senilai USD2,8 miliar.
Investor terlihat masih naik turun sebelum Hari Natal pada awal pekan, hingga perdagangan ditutup. "Sudah seminggu yang kuat. Kemungkinan pasar akan sedikit turun, ketika belum menunjukkan tren besar. Hal ini ketika tidak banyak transaksi yang terjadi," ujar Kepala Investasi Janney Montgomery Scott Mark Luschini.
Meski begitu indeks utama Wall Street masih berada dalam trek untuk mengakhiri kinerja mingguan lebih tinggi, hal ini didukung oleh perbaikan sistem perpajakan. Sepanjang pekan ini Dow Jones telah meningkat mencapai sebesar 0,42% dan indeks S & P naik 0,29% ketika komposit Nasdaq bertambah 0,34%.
Data pada hari Jumat menunjukkan pengeluaran konsumen AS naik pada bulan November dan pengiriman juga meningkat selama 10 bulan beruntun, mengkonfirmasi momentum penguatan ekonomi. Indeks patokan S & P telah naik sekitar 20% tahun ini dan di jalur untuk mencetak performa terbaik sejak 2013 seiring pendapatan perusahaan yang solid serta perbaikan fundamental ekonomi.
Sentimen selanjutnya datang dari rencana pemotongan pajak untuk meningkatkan performa perusahaan dan harapan peraturan akan dilonggarkan. Real estate. SPLRCR memimpin keuntungan S & P 500 dengan kenaikan 0,7%. Volume perdagangan pasar saham AS mencapai 4,81 miliar saham, atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,98 miliar untuk 20 sesi.
(akr)
Lihat Juga :