Rupiah Digdaya Terhadap Dolar AS ke Level Rp13.475

Rabu, 03 Januari 2018 - 17:52 WIB
Rupiah Digdaya Terhadap...
Rupiah Digdaya Terhadap Dolar AS ke Level Rp13.475
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah melanjutkan kedigdayaanya terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Dalam perdagangan Rabu (3/1/2017) di indeks Bloomberg, rupiah berakhir menguat 39 poin atau 0,29% ke level Rp13.475 per USD.

Pagi tadi, rupiah dibuka berkibar 19 poin menjadi Rp13.495, dibanding penutupan Selasa kemarin di level Rp13.514 per USD. Rabu ini, mata uang NKRI diperdagangkan di kisaran Rp13.471-Rp13.508 per USD.

Selaras dengan itu, data Yahoo Finance pada Rabu petang ini juga mencatat rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,30% ke level Rp13.473 per USD, dibanding penutupan Selasa lalu di angka Rp13.513 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di rentang Rp13.469-Rp13.515 per USD.

Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan Rabu ini, ditutup di angka Rp13.495, terapresiasi 47 poin dari penutupan Selasa lalu di angka Rp13.542 per USD.

Melemahnya USD seiring imbas normalisasi kebijakan moneter dalam rangka mengejar The Fed. "Normalisasi kebijakan moneter dimana-mana yang sedang berlangsung untuk mengejar The Fed, karena itulah dolar lemah," kata Kepala Strategi Pasar untuk United Overseas Bank di Singapura, Heng Koon How seperti dilansir Reuters.

Alhasil, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di 91,902, setelah sebelumnya berada di level terendah tiga setengah bulan pada Selasa kemarin di posisi 91,751.

Masih melemahnya USD pada Rabu ini, juga dikarenakan investor yang akan mengalihkan perhatian mereka pada risalah rapat kebijakan Desember Federal Reserve, saat menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada 2017. Isyarat selanjutnya berasal dari data ekonomi AS pekan ini, termasuk pengumuman angka pekerjaan pada Jumat lusa.

"Jadi kuncinya untuk meningkatkan dolar adalah soal risala The Fed dan data pekerjaan AS akan mendorong yield obligasi 10 tahun AS naik di atas 2,5%," kata Teppei Ino, analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
14 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
31 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved