Penjualan Ritel di Hong Kong Tumbuh Terbaik sejak 2015

Rabu, 03 Januari 2018 - 23:06 WIB
Penjualan Ritel di Hong...
Penjualan Ritel di Hong Kong Tumbuh Terbaik sejak 2015
A A A
HONG KONG - Penjualan ritel Hong Kong naik pada November 2017 dan menjadi pertumbuhan terbaik sejak Februari 2015 karena permintaan konsumen yang kuat dan peningkatan pariwisata, khususnya dari daratan China.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/1/2018), penjualan ritel Hong Kong pada November tumbuh 7,5% dari tahun sebelumnya menjadi 38,7 miliar dolar Hong Kong (USD4,95 miliar). Sementara, penjualan ritel naik 3,9% pada Oktober.

Secara volume, penjualan naik 6,9% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober sebesar 3,6%. "Prospek jangka pendek untuk penjualan ritel tetap positif, karena sentimen konsumen ditopang oleh situasi lapangan kerja dan pendapatan menguntungkan, dan karena pariwisata yang terus pulih," kata pemerintah dalam sebuah pernyataannya.

Berdasarkan Hong Kong Tourism Board, kedatangan turis naik 7,0% pada November, persentase pertumbuhan tertinggi sejak Maret, dengan pengunjung utama naik 8,6%. Pengunjung daratan menyumbang 74 persen dari total.

Sementara, untuk 11 bulan pertama tahun 2017, total kedatangan pengunjung naik 3,1%. Penjualan ritel Hong Kong terus pulih setelah menyusut untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2016 dan paling banyak dalam hampir dua dekade, dilanda kemerosotan ekonomi kota dan sedikit turis dari China.

Dengan ekonomi yang erat, Hong Kong telah memperoleh keuntungan dari aktivitas perdagangan dan manufaktur yang pesat terkait dengan aktivitas ekonomi China.

Momentum yang masih solid tersebut membuat pemerintah merevisi perkiraan sebesar 3,7% pada 2017, karena pasar saham dan properti yang baik membantu memacu pengeluaran konsumen.

"Karena tingkat pengangguran lokal masih rendah dan pasar aset terus tumbuh, efek kekayaan akan terus memberi dukungan kepada konsumsi ritel," kata Thomas Shik, kepala ekonom Hang Seng Bank.

Shik memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel Hong Kong 2% untuk keseluruhan pertumbuhan 2017 dan 4% pada 2018. Penjualan perhiasan, jam tangan, jam dan hadiah berharga naik 7,9% pada November, menandai bulan kelima berturut-turut pertumbuhan mereka. Hal itu dibanding dengan lonjakan 8,5% yang direvisi pada Oktober.

Peritel dan operator mal Hong Kong telah melaporkan penjualan yang lebih kuat pada konsumsi dan pariwisata yang lebih baik.

Sun Hung Kai Properties mengatakan bahwa penjualan ritel di delapan mal perbelanjaan utama di kota pada Malam Tahun Baru mencapai 76,75 juta dolar Hong Kong, naik 10% dari periode sama tahun lalu, dengan tumbuh 12%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan Kinerja,...
Tingkatkan Kinerja, Ritel Rumah Tangga Ini Terus Berinovasi
Perusahaan Produk Kecantikan...
Perusahaan Produk Kecantikan Mulai Usung Konsep Bisnis Berkelanjutan
Prospek Bisnis Ritel...
Prospek Bisnis Ritel Positif, Alfamidi Bakal Tambah 200 Gerai di 2024
Teknologi Penopang Bisnis...
Teknologi Penopang Bisnis Ritel Mejeng di PIK
Terus Berekspansi, Melandas...
Terus Berekspansi, Melandas Indonesia Diapresiasi
9 Bulan Hadapi Badai...
9 Bulan Hadapi Badai Covid-19, Pendapatan Alfamart Justru Naik
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved