Rupiah Melaju ke Rp13.467 Kendati Dolar AS Mulai Pulih
Kamis, 04 Januari 2018 - 10:57 WIB
Rupiah Melaju ke Rp13.467 Kendati Dolar AS Mulai Pulih
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah melanjutkan reli pada perdagangan Kamis (4/1/2018) di pasar spot, kendati dolar Amerika Serikat (USD) sudah mulai pulih. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada hari ini dibuka menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.467 per USD, setelah kemarin ditutup di Rp13.475 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis ini, mematok rupiah berada di Rp13.474 per USD, terapresiasi 24 poin dari posisi Rabu di angka Rp13.498 per USD.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada pagi ini, mata uang NKRI dibuka naik tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.468, setelah Rabu lalu ditutup di posisi Rp13.471 per USD.
Adapun data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada pagi ini berada di Rp13.470 per USD, menguat 25 poin dari penutupan kemarin di Rp13.495 per USD.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan hal ini karena adanya lelang obligasi SUN di awal tahun ini, yang membuat permintaan akan rupiah cenderung mengalami kenaikan. Sehingga mata uang Indonesia ini dapat melanjutkan apresiasinya meski USD mulai menunjukkan gairahnya.
Melansir dari Reuters, USD memulih berkat risalah The Fed pada bulan Desember lalu serta menguatnya data manufaktur dan konstruksi AS, yang diumumkan pada Rabu waktu AS. Sehingga mengindikasi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga beberapa kali pada tahun ini.
Indeks USD terhadap enam mata yang utama naik 0,1% menjadi 92,248, setelah kemarin melemah di angka 91,751. Alhasil USD menguat 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 112,710 yen. Euro turun 0,05% menjadi USD1,2011 EUR.
Poundsterling Inggris turun 0,1% menjadi USD1,3510, dolar Australia tergelincir 0,2% menjadi AUD0,7822 dan dolar Selandia Baru melemah 0,1% menjadi NZD0,7085.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis ini, mematok rupiah berada di Rp13.474 per USD, terapresiasi 24 poin dari posisi Rabu di angka Rp13.498 per USD.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada pagi ini, mata uang NKRI dibuka naik tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.468, setelah Rabu lalu ditutup di posisi Rp13.471 per USD.
Adapun data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada pagi ini berada di Rp13.470 per USD, menguat 25 poin dari penutupan kemarin di Rp13.495 per USD.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan hal ini karena adanya lelang obligasi SUN di awal tahun ini, yang membuat permintaan akan rupiah cenderung mengalami kenaikan. Sehingga mata uang Indonesia ini dapat melanjutkan apresiasinya meski USD mulai menunjukkan gairahnya.
Melansir dari Reuters, USD memulih berkat risalah The Fed pada bulan Desember lalu serta menguatnya data manufaktur dan konstruksi AS, yang diumumkan pada Rabu waktu AS. Sehingga mengindikasi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga beberapa kali pada tahun ini.
Indeks USD terhadap enam mata yang utama naik 0,1% menjadi 92,248, setelah kemarin melemah di angka 91,751. Alhasil USD menguat 0,2% terhadap yen Jepang menjadi 112,710 yen. Euro turun 0,05% menjadi USD1,2011 EUR.
Poundsterling Inggris turun 0,1% menjadi USD1,3510, dolar Australia tergelincir 0,2% menjadi AUD0,7822 dan dolar Selandia Baru melemah 0,1% menjadi NZD0,7085.
(ven)