Hanya Modal IUPK Sementara, Freeport Bisa Ajukan Izin Ekspor

Kamis, 04 Januari 2018 - 15:05 WIB
Hanya Modal IUPK Sementara,...
Hanya Modal IUPK Sementara, Freeport Bisa Ajukan Izin Ekspor
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa PT Freeport Indonesia bisa mengajukan rekomendasi ekspor konsentrat, meskipun hanya bermodalkan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara. IUPK sementara Freeport sendiri telah diperpanjang pemerintah hingga Juni 2018.

(Baca: Negosiasi Belum Rampung, Izin Usaha Freeport Diperpanjang )

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengungkapkan, izin ekspor dapat dikeluarkan oleh Kemendag jika ada rekomendasi ekspor dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jadi, Freeport bisa memperoleh perpanjangan izin ekspor meskipun izin usahanya masih bersifat sementara. "Kalau kita enggak masalah, selama ada rekomendasi ekspor dari ESDM. Kan pembinanya ESDM, selama ada rekomendasi dari ESDM kita terbitkan," tuturnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Menurutnya, kuota ekspor konsentrat akan dikeluarkan sesuai kuota yang nantinya direkomendasikan oleh Kementerian ESDM. "Jadi, selama ada rekomendasi langsung kita keluarin, karena kita hanya menjaga pintu. Ada besarannya, daln lain-lain. (Kuota) Sesuai (rekomendasi) ESDM," imbuh dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Freeport Indonesia mengaku segera mengajukan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga kepada pemerintah. Hal ini menyusul diperolehnya perpanjangan IUPK sementara hingga Juni 2017.

Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi perpanjangan IUPK. Karena itu, pihaknya akan menagih rekomendasi ekspor dari pemerintah, mengingat izin ekspor akan berakhir pada Februari 2018.

"Ya kami akan segera mengajukan rekomendasi ekspor," katanya dalam pesan singkat kepada SINDOnews di Jakarta, kemarin. (Baca: Kantongi Perpanjangan Izin, Freeport Tagih Rekomendasi Ekspor )

Sayangnya, Riza masih enggan membeberkan lebih detail mengenai rencan pengajuan rekomendasi ekspor, baik waktu maupun kuota yang akan diajukan. "Saya belum bisa konfirmasi," ucapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
4 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
4 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
5 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
5 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved