Lemahkan Pengawasan DPR, Holding Dinilai Jadi Ajang Pemburu Rente

Jum'at, 05 Januari 2018 - 20:35 WIB
Lemahkan Pengawasan...
Lemahkan Pengawasan DPR, Holding Dinilai Jadi Ajang Pemburu Rente
A A A
JAKARTA - Kebijakan holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dinilai berpotensi menjadi ajang para pemburu rente, ketika mengabaikan fungsi pengawasan DPR. Selain itu Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menerangkan, rencana holding juga melanggar Undang-undang (UU) Keuangan Negara, UU BUMN, dan UU Minerba.

"Holding ini tidak melibatkan DPR padahal ini keputusan penting dan strategis. Tiga perusahaan yang tadinya BUMN dan sekarang dijadikan anak perusahaan PT Inalum, maka dia bukan lagi BUMN dan terhindar dari pengawasan KPK dan BPK," kata Marwan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Karena itu menurutnya upaya Menteri BUMN, Rini Soemarno menghindar dari pengawasan DPR serta membuat keuangan tiga perusahaan luput dari BPK dan KPK, disinyalir berpotensi jadi ajang pemburuan rente.

"Kalau perusahaan statusnya BUMN, untungnya masuk pada penerimaan negara, namun sekarang dia bukan lagi BUMN, lalu negara dapat apa? Bisa jadi dengan menghindari pengawasan sehingga jadi ajang pemburuan rente," tegas dia.

Kemudian yang pasti imbuh Marwan, kebijakan holding tambang telah merugikan pihak publik. BUMN yang selama ini memiliki tugas pengabdian sosial/public Service Obligation (PSO), namun dengan holding dan tidak lagi menyandang status BUMN, maka PT Aneka Tambang (Antam), PT Bukit Asam (PT BA) dan PT Timah tidak lagi memiliki kewajiban melakukan PSO.

Selain daripada holding tambang, pemerintah dalam waktu dekat juga akan merealisasikan holding migas dengan mencaplokkan PT PGN menjadi anak perusahaan PT Pertamina. Namun berkaca pada holding tambang yang penuh masalah, bukan tidak mungkin holding migas juga akan mendapat gugatan publik.

"Pada dasarnya saya mendukung upaya penguatan BUMN dengan memperbesar nilai aset, tetapi bukan dengan cara seperti saat ini yang melemahkan sistem pengawasan. Makanya saya turut menggugat, karena kalau dibiarkan, mereka makin merajalela dan nggak karuan," pungkas Maruan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil penggugat holding tambang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Kerja BUMN dengan...
Rapat Kerja BUMN dengan Komisi V DPR Bahas Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro
Holding BUMN Pangan...
Holding BUMN Pangan Ditargetkan Rampung September 2021
Misi Jadi Perusahaan...
Misi Jadi Perusahaan Kelas Dunia di 2024, Ini Strategi BKI
BUMN Jasa Survei Godok...
BUMN Jasa Survei Godok Akulturasi Anggota Holding
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Nyaris Setahun Berdiri,...
Nyaris Setahun Berdiri, Apa Gebrakan Holding BUMN Pangan?
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved